Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
0

perpisahan



Pergilah, maka kau akan tenang.
Menjauhlah, agar kau dapat bahagia.
menghilanglah, bebaskan hidupmu disana.
Berpisah bukan berarti melupakan.
Tak bersama lagi bukan berarti saling membenci.
Karena hidup banyak pilihan.
Karena hati punya tujuan.
Dan jalan terbaik adalah perpisahan.


-Yunita Laila N A-

0

Long Distance Relationship



Terpisahkan oleh jarak
Terbunuh oleh waktu
Ternodai pikiran gelap

Membendung segala rasa
yang seakan-akan selalu ingin tercurahkan
Rindu berumpah-ruah
Bercampur peluh dan kesal
yang hanya bisa dicegah oleh satu tindakan,
kesabaran.

Mempertemukan suara tanpa muka
Memeluk rindu dalam doa

Tuhan Maha Tahu dimana keadilan berada
dan hanya hati kita yang mampu mencernanya

Meskipun kau jauh di sana,
namun ku pastikan bahwa hati kita tetap menyatu



-Yunita Laila N A-

0

Aku bukan mereka



Aku bukan pencipta lagu
Yang mampu menciptakan sebuah lagu tentangmu
Aku bukan penyanyi
Yang mampu menyanyikan lagu merdu untukmu
Aku bukan pelukis
Yang mampu melukis indah raut wajahmu
Aku bukan fotografer
Yang mampu mengabadikan segala aktivitasmu
Aku bukan pilot
Yang mampu membawamu terbang kemanapun kau mau
Aku bukan siapa-siapa
Hanya manusia biasa
Yang mampu memberikan hatiku
Seutuhnya padamu



-Yunita Laila N A-

0

Hujan Bulan Juni



tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu



-Sapardi Djoko Damono-

0

kamu itu kayak hujan



Kamu itu kayak hujan,
bikin mendung.
Kamu itu kayak hujan,
bikin basah. Basah di mata.
Kamu itu kayak hujan,
bikin kesel.
Kamu itu kayak hujan,
ngerepotin. Ngerepotin pikiran.
Tapi,
Kamu itu juga kayak hujan,
bikin hati adem.
Kamu itu juga kayak hujan,
ngehapus debu. Debu kehidupan.
Kamu itu juga kayak hujan,
memunculkan pelangi. Pelangi kebahagiaan.




-Yunita Laila N A-


terinspirasi dari Blog Indra Widjaya

0

Janji Jiwa Muda



melihat cermin
tampak sosok pemudi
harapan keluarga, bangsa, negara
wajah pucat pasi menghias wajahnya
terlalu lelah, katanya.


terlalu banyak beban yang ditanggung
pikiran yang menjalar kemana-mana
bentangan masa depan yang hampir dimulai
membuat lelah, katanya.


hingga suatu ketika
berbagai macam pertanyaan memenuhi otak
seperti ini-kah pribadi yang diandalkan keluarga?
sosok ini-kah harapan bangsa?
apa gunanya jiwa muda seperti ini untuk negara?
seperti raga tanpa nyawa.


menangis dalam hati
penuh kekesalan pada diri sendiri
rasa syukur seperti terlupakan
menggumpal menjadi kesalahan besar
pada sosok yang kecil di mata-Nya


lalu dikumpulkannya sebuah kemantapan
semangat pribadi muda
perjuangan tanpa kenal lelah
pengorbanan jiwa raga
menjadi penerus bangsa,
Indonesia tecinta.


"Indonesia tanah kelahiranku,
sebagai rasa terimakasihku,
sebagai rasa cintaku padamu,
akan kuperjuangkan negeri yang indah ini.
Tak akan kurelakan para penjajah di luar sana,
membodohi pikiran bangsa.
Tunggu aku beberapa tahun lagi, Indonesia.
Buah manis usaha jiwa raga ini,
kupersembahkan demi namamu.
Ini janjiku."



-Yunita Laila N A-