Janji Jiwa Muda



melihat cermin
tampak sosok pemudi
harapan keluarga, bangsa, negara
wajah pucat pasi menghias wajahnya
terlalu lelah, katanya.


terlalu banyak beban yang ditanggung
pikiran yang menjalar kemana-mana
bentangan masa depan yang hampir dimulai
membuat lelah, katanya.


hingga suatu ketika
berbagai macam pertanyaan memenuhi otak
seperti ini-kah pribadi yang diandalkan keluarga?
sosok ini-kah harapan bangsa?
apa gunanya jiwa muda seperti ini untuk negara?
seperti raga tanpa nyawa.


menangis dalam hati
penuh kekesalan pada diri sendiri
rasa syukur seperti terlupakan
menggumpal menjadi kesalahan besar
pada sosok yang kecil di mata-Nya


lalu dikumpulkannya sebuah kemantapan
semangat pribadi muda
perjuangan tanpa kenal lelah
pengorbanan jiwa raga
menjadi penerus bangsa,
Indonesia tecinta.


"Indonesia tanah kelahiranku,
sebagai rasa terimakasihku,
sebagai rasa cintaku padamu,
akan kuperjuangkan negeri yang indah ini.
Tak akan kurelakan para penjajah di luar sana,
membodohi pikiran bangsa.
Tunggu aku beberapa tahun lagi, Indonesia.
Buah manis usaha jiwa raga ini,
kupersembahkan demi namamu.
Ini janjiku."



-Yunita Laila N A-

0 komentar:

Posting Komentar