RINDU


Jum’at, 8 November 2013 17:52 pm


                “Hai, apa kabar? Masih ingat aku?” pertanyaan ini ku tujukan untuk semua orang. Semua orang yang………………………….dekat dan akrab denganku, dulu. Yang kini entah berada dimana, sedang apa, dan tak tau apakah masih ingat denganku atau tidak. Aku rindu kamu, kalian, dan mereka, hey. Apakah kita bisa bertemu kembali? Apakah kita bisa berkumpul kembali? Apakah kita bisa bercanda tertawa bahagia kembali?

                Entah apa yang menyebabkan rasa rinduku meluap seperti saat ini. Detik ini. Entah, aku juga tak tahu. Padahal aku tak sedikitpun melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuka memori otakku mengenai peristiwa-peristiwa dulu itu. Aku hanya baru saja……….membuka kembali kenangan kita yang dulu. Hanya melalui beberapa gambar hasil cetakan kamera tersebut, seketika memori otakku langsung menuju ke memori masa lampau. Masa dimana aku masih bersama kamu, kalian, dan mereka. Semua peristiwa yang pernah menimpaku tiba-tiba saja teringat jelas. Senyum, canda, tawa, tangis, bahagia, rindu, lelah, emosi. Ingatkah kalian?

                Aku tak ingin kembali ke masa itu. Tidak. Bukan karena aku tak rindu. Bukan. Aku sangat merindukan masa-masa itu. Tapi apa yang bisa kuharapkan dengan keinginan kembali ke masa-masa itu? Apa? Aku pasti hanya akan menambah prosen rinduku. Aku mungkin hanya akan merintih. Dan pasti aku akan menangis apabila berharap waktu itu akan datang lagi. Iya, kan? Kenyataannya tak bisa. Waktu akan terus berjalan. Tak akan bisa dihentikan oleh apapun.

                Semakin cepat waktu berjalan, semakin bertambah pula rasa rinduku akan kenangan itu. Aku sulit untuk menyadari bahwa aku sudah sebesar ini. Aku tak akan bisa lagi menjadi diriku yang dulu. Aku tak boleh berperilaku seperti itu. Aku malu pada waktu. Mungkin akulah satu-satunya seseorang yang paling sulit untuk melupakan sebuah peristiwa. Padahal, seiring berjalannya waktu, berapa juta peristiwa yang tercipta? Berapa juta kenangan yang akan memenuhi kembali memori otakku?

                Ya Allah, aku rindu………………….. Besar harapanku untuk bertemu kembali dengannya, dengan mereka. Suatu saat nanti. Ketika kami telah berhasil meraih apa yang kami impikan dan kami cita-citakan.




                                                                                Yunita LNA, 17th, siswi kls 12, yang masih sangat berharap menjadi seorang wartawan.

0 komentar:

Posting Komentar