Orang-orang terhebat.

Jum'at, 29 November 2013

Hujan sudah membasahi bumi pagi tadi. Ketika semua orang bersiap untuk pergi melakukan aktivitas sehari-harinya. Termasuk aku; pergi ke sekolah. Ku langkahkan kaki kecil ini dengan semangat menuju sekolah yang tak cukup jauh letaknya dari tempat tinggalku. Kira-kira hanya berjarak 100m. Pagi ini, seperti biasa, aku masuk ke dalam sebuah ruangan yang baru berisikan beberapa orang saja. Tapi, kira-kira 15menit kemudian, ruangan ini berubah. Bisikan, obrolan, canda, tawa, mulai terdengar. Mereka, penghuni ruangan ini, adalah orang-orang hebat. 

Sekali lagi, orang-orang hebat.

Mereka bukan Superman yang memiliki kekuatan super untuk membantu orang-orang melawan kejahatan. Bukan Pahlawan yang berjuang keras seluruh jiwa raga demi mempertahankan kemerdekaan negara. Bukan Presiden yang selalu berpikir bagaimana cara memimpin sebuah negara dan rakyatnya agar selalu sejahtera. Bukan. Bukan itu. Mereka hanya manusia biasa. Remaja, pelajar Sekolah Menengah Atas tingkat akhir. Yang sedang dipusingkan dengan segala sesuatu mengenai masa depannya. Karena, mereka sedang berada di titik penentuan. Tapi, asal kalian tau, segalanya itu tak pernah mereka sia-siakan. Semangat mereka terus mengalir. Demi cita-cita mereka, demi masa depan mereka.

Betapa hebatnya mereka.

Sebuah perjalanan panjang namun terasa singkat, telah mereka jalani selama ini. Persahabatan yang indah mengemas kehidupan mereka; dan aku masuk ke dalamnya, menjadi sebuah momentum yang sangat berharga. Mewarnai lika-liku keseharian di sekolah. Suka, duka, semangat, menyerah, menang, kalah; pernah dirasakan. Tapi itu bukan apa-apa. Itu semua bukan hal besar yang membuat persahabatan indah  itu hancur.

Kurang hebat apa, mereka?

Aku, sebagai saksi kehidupan mereka, yang beruntung bisa masuk ke dalamnya. Aku, sebagai jawaban dari kehebatan mereka, yang tiada pernah mereka bosan memotivasi dan terus mendongkrak semangat dalam diri ini. Aku, salah salah satu bagian dari mereka, yang bisa merasakan kehangatan sebuah persahabatan yang tumbuh di dalamnya. Aku, dan mereka, selalu berharap akan sebuah keajaiban yang membuat pertemuan ini, persahabatan ini, persaudaraan ini, tak pernah berpisah.

Apakah aku, dan mereka, bisa?

Aku tak yakin akan hal itu. Langkah gontai pulang sekolah membuatku semakin pasrah. Sebuah kenyataan yang harus aku terima tentang mereka, kenyataan yang..............menyedihkan. Hari ini, mungkin terakhir kalinya aku bisa bertemu wajah semangat mereka di pagi hari dalam sebuah ruangan belajar yang sama. Mungkin terakhir kalinya aku melihat celoteh dan tingkah laku mereka yang seperti biasa aku lihat. Aku belum ikhlas.......... Apa benar hari ini terakhir? Kapan lagi aku bisa menghabiskan waktu bersama mereka? Jika sudah berpisah nanti, dimana aku bisa bertemu orang-orang hebat seperti mereka?


Wahai "hari terakhir", tolong sampaikan bahwa aku menyayangi mereka. Aku sangat bahagia bersama mereka. Aku ingin terus menghabiskan hari-hariku bersama mereka; orang-orang terhebat.






Bagian dari kehidupan orang-orang hebat, Yunita, yang akan merindukan sosok-sosoknya.

0 komentar:

Posting Komentar