1
Setelah tiga tahun jadi mahasiswi, rasanya banyak banget yang perlu aku curhatin. Tapiiii di sini aku cuma pengen curcol aja mengenai kehidupan kampusku. I mean, lika liku kehidupan sebagai mahasiswinya. Di luar itu, e.g. jadi anak kosan, dll nya tidak termasuk yha.
Setelah tiga tahun jadi mahasiswi, rasanya banyak banget yang perlu aku curhatin. Tapiiii di sini aku cuma pengen curcol aja mengenai kehidupan kampusku. I mean, lika liku kehidupan sebagai mahasiswinya. Di luar itu, e.g. jadi anak kosan, dll nya tidak termasuk yha.
So, perjalananku jadi mahasiswi dimulai dengan tidak mulus begitu saja. Ya, aku daftar ke berbagai macam PTN beserta berbagai macam jurusan juga, hasilnya nihil. Nah kenapa bisa nyasar di sini? Well, dulunya karena memang tujuan akhir. Karena aku nggak mau menunda kuliah tahun depannya lagi, finally aku coba buat daftar di kampusku sekarang ini.
Nah selanjutnya masalah jurusan. Well, my major now is my second choice from the first time I graduated from my SHS. Jadi, ya nggak nyasar nyasar amat. Karena jurusanku ini termasuk salah satu passionku. Emangnya aku pinter bahasa Inggris? No. I just love this lesson since I was in JHS. Jadi dulu karena waktu SMP aku belajarnya masih ngikut program RSBI, most of the lessons are using English. So, ya mau nggak mau aku harus bisa ngikutin dan lama kelamaan jadi suka.
Sampe masuk SMA, aku makin tau sendiri pelajaran apa yang aku suka dan aku rasa aku bisa. Dan jawabannya adalah pelajaran bahasa. Ya, nggak tau kenapa tapi aku merasa bisa dan cenderung mudah buat belajar sebuah bahasa. Waktu SMA aja ada pelajaran bahasa asing yaitu bahasa Perancis, and I really love to learn it even if it was not easy. Tapi karena suka, ya jadi aku rajin belajarnya dan aku bisa mengikuti. Selain itu, di pelajaran bahasa Inggrisnya sendiri aku lebih mudah buat mempelajari karena emang dapet bekal banyak dari RSBI waktu SMP.
Oh ya, ada hal lain yang mungkin jadi alasan mengapa aku suka belajar bahasa Inggris. Jadi waktu SMP, aku mulai kenal sama dunia perfilman barat dan lagu lagu barat. Nah mulai dari situ, aku suka banget nonton film barat dan dengerin lagu lagu barat. Karena emang dasarnya aku punya high curiousity, jadi segala macam kata yang aku nggak ngerti artinya itu aku cari tau sendiri. Entah kenapa aku suka melakukan hal itu, dan ya bisa dibilang jadi lebih tau banyak vocab.
Lanjut waktu udah jadi mahasiswinya ya. Awal awal semester pertama kuliah bahasa Inggris, aku emang nggak kaget karena aku udah siap kalau pastinya si dosen dosen bakal mostly using English in the class. Dan yaa, sekali lagi, karena aku suka bahasa Inggris, jadi aku mau belajar dan alhamdulillah bisa mengikuti. Dua semester awal di jurusanku ini emang fokus buat belajar dasar dari bahasa Inggris itu sendiri. Jadi, kami belajar listening, speaking, reading, writing, trus grammar, itu di awal. Mulai semester tiga ke atas, barulah teori tentang pendidikan dan teori tentang bahasa Inggris itu sendiri.
Sempet kagetnya sih di awal semester tiga. Secara, dua semester awal mata kuliahnya cukup ringan karena emang masih dasar. Waktu masuk semester tiga, mulailah teori teori aku pelajarin. Mulai berkutat dengan buku buku milik penulis asing yang tentu aja bukunya full English. Kalo isinya tentang cerita sih masih enak buat baca ya, lha ini tentang teori teori yang susah dipahami.... I was like... OMG... pusing banget bacanya. Karena buku tersebut dipake setiap pertemuan di kelas, ya mau nggak mau setiap minggu atau satu hari sebelumnya harus baca buku itu. Kamus wajib banget disanding buat nemenin baca buku buku tersebut.
Sampe di semester semester selanjutnya, buku buku tebal full English tentang teori teori masih digunain. Oh ya, nambah lagi jurnal jurnal dari online yang juga full English. Dan masih sampe detik ini juga, di semester hampir tua ini, kalo mau ngebaca buku atau jurnal gitu harus banget niat yang gede. Nggak ngerti deh gimana cara numbuhin minat baca buku teori teori gitu
Satu hal yang aku baru tau dari jurusan bahasa Inggris adalah, sebenarnya skripsi jurusan bahasa Inggris itu tidak wajib menggunakan bahasa Inggris. Hm, agak kaget juga. Baru banget tau. Setau aku ya di mana mana kalo jurusan bahasa Inggris pasti skripsinya pake bahasa Inggris. Tapi ternyata enggak!!! Tapi juga... ya di jurusanku di kampusku ini membuat kebijakan sendiri untuk mewajibkan skripsi mahasiswanya pake bahasa Inggris.
Selanjutnya hmm tentang suka duka ya. Dukanya dulu. Duka jadi mahasiswi jurusan bahasa Inggris adalah ketika dianggap menguasai bahasa itu sendiri. Jadi sering nih ketemu orang dan kalo ditanya, "Jurusan apa?" Trus dijawab "Bahasa Inggris." Trus most of them will say "Waah pasti pinter yaa bahasa Inggrisnyaa." PADAHAL NGGAK JUGA LHO. Adalagi, tipe orang yang habis nanya gitu terus kemudian ngajak ngobrol pake bahasa Inggris. Well, nggak tau kenapa tapi aku nggak terlalu suka kalo gitu. Bukannya sok dan bukan takut salah juga, karena salah satu kunci pinter ngomong bahasa Inggris adalah practice, tapi aku nggak terlalu suka kalo tbtb diajak ngomong gitu. Hmm pake bahasa Indonesia aja bisa, kan? Kecuali, dianya bule ya. Itu beda lagi.
Duka lainnya yaitu mengenai apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Tau kan ada apa dengan Kurtilas? Ya, pelajaran bahasa Inggris dihilangkan di kurikulum untuk anak SD. Agak sedih, dengernya. Sebenernya banyak pro kontra mengenai masalah ini ya. Tapi menurut aku, hal tersebut justru lebih banyak ruginya. Anak anak SD seharusnya tetap mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, walaupun minim. Karena apa? Lihat deh, jaman sekarang bahasa Inggris bukan lagi bahasa yang aneh. Di mana mana udah banyak tulisan ber bahasa Inggris. Jadi, ya biar mereka bisa dapet pelajaran bahasa itu lebih awal. Nah terus nasib teman teman yang pengen jadi guru bahasa Inggris jadi berkurang lagi kan wilayah kerjanya? Hm. Ya walaupun bahasa Inggris bisa kerja di bidang lainnya juga, tapi masih banyak yang pengen di bidang pendidikan, wahai pak Menteri Soon, aku bakal bikin tulisan tentang ini sendiri ya. Apalagi aku masih punya catatan wawancara sama guru bahasa Inggris di salah satu SD di Jogja mengenai permasalahan ini. Pokoknya sedih.
Sekarang pindah ke suka nya ya. Jadi mahasiswi yang belajar bahasa Inggris itu enak dan mengasyikkan. Iya sih, bahasa itu bisa dipelajari sendiri, dan juga banyak tempat belajar semacam bimbel atau kursus di luar sana. Tapi kamu bakal ngerasain sendiri kalo pelajaran itu kamu pelajari sehari hari. Aku sendiri menikmati apa yang aku pelajari saat ini. Aku bisa dapet banyak banget vocab vocab yang tadinya aku nggak tau. Aku bisa dapet pengetahuan tentang sejarah per-bahasa Inggris-an di dunia. Aku bisa tau cara baca sebuah kata yang bener. Aku bisa tau bedanya kata ini dan itu dalam berbagau konteks. Aku bisa tau cara nulis essai yang bener. Dan tentu aja, aku bisa tau budaya budaya dari luar negeri dari belajar bahasa Inggris itu sendiri (judul skripsi saya!!! :p).
Selain itu, yang amat sangat aku syukuri adalah.. hampir semua dosen di jurusanku itu menyenangkan!! Seriously. Hampir semuanya bisa bercanda. Bisa deket sama mahasiswanya. Gaul. Keren. Terbuka. Pokoknya asik. Ya mungkin nggak semua mahasiswa bakal ngerasain ini, tapi kebanyakan dari temen-temen aku, kakak tingkat, maupun adek tingkat, pasti ngerasain hal yang sama. Banyak juga dari mereka (dosen) yang selalu bisa ngasih motivasi terutama dari pengalaman hidupnya masing masing. Itulah salah satu hal yang bikin aku pengen jadi dosen juga aku pengen jadi kayak mereka. Dosen nggak selalu harus galak dan menyusahkan mahasiswanya. Tapi dosen yang terbuka dan bisa bergaul sama mahasiswanya lah itu yang banyak dicari. Eits tapi tetep harus ada sopan santun lho ya. Pokoknya sih di sini aku seneng banget bisa ketemu sama dosen-dosen kayak mereka. #Proud
Satu lagi sukanya adalah.. bahasa Inggris di zaman yang modern ini insyaAllah dibutuhin di berbagai banyak bidang. Jadi, walaupun aku dari jurusan pendidikan, tapi nggak harus jadi guru kok sehabis lulus! Lagian kalau mau jadi guru pun habis lulus ini, kami harus mengikuti sekolah lagi selama 1tahun buat nambah gelar "Gr". Semacam sekolah profesi gitu. Nah, buat yang nggak pengen jadi guru, banyak bidang lain yang butuh lulusan bahasa Inggris. Mau jadi dosen (non pendidikan) bahasa Inggris, penerjemah, wartawan, pengusaha internasional, pegawai di Kedubes, dan masih banyak lagiii, InsyaAllah. Jadi ya tergantung kita lagi minatnya mau kerja di bidang apa dengan bekal bahasa Inggris yang kita punya.
So, that's all. Inti dari curhatan ini adalah keisengan sekaligus keinginan untuk berbagi mengenai gimana sih rasanya kuliah di jurusan bahasa Inggris? Ya memang sih, nggak ada yang nyuruh aku buat bikin tulisan gini. But, sharing is caring kan :p
Sekian dulu ya. Apapun jurusan kamu, semangat mengejar cita-cita ya! Semoga apa yang kita cita-citakan bisa bikin kita berguna buat ngebangun negeri kita tercinta ini (cielah). Sekali lagi, semangat! #AkuCintaIndonesia
p.s. Diketik pakai HP, di rumah, di sela-sela ngerevisi proposal skripsi.
Jumat, 14 Juli 2017
0
Kapan aku resepsi?
Hmmm.
Rasanya baru kemarin coba-coba mendaftar di kampus ini. Rasanya
baru kemarin mengikuti kegiatan MATAF dan OSDI. Bertemu dan berkenalan dengan
teman-teman baru. Rasanya baru kemarin merasakan suasana perkuliahan untuk yang
pertama kalinya. Memakai baju bebas, tidak lagi memakai seragam yang harus
dilengkapi dengan sepatu hitam dan sabuk serta dasi. Ternyata, masa itu sudah
hampir tiga tahun lamanya.
Kini, aku berada pada masa yang lebih tinggi. Masa di mana
perkuliahanku berada di stage hampir
teratas. Masa perkuliahan di tahun akhir. Memilih jenjang S1 tentu saja aku
menargetkan diriku ini untuk bisa lulus dalam empat tahun. Dan kini, tahun ke-empat
itu akan segera aku hadapi.
Memasuki jenjang perkuliahan yang lebih tinggi semakin
membuat aku tersadar. Aku bukan lagi anak kecil yang bisa main-main seenaknya
sendiri. Aku tidak bisa lagi berleha-leha menikmati hidup yang semakin keras ini. Masa depanku ada di depan mata. Aku bisa mendapatkannya jika aku benar
benar bisa membuka mataku untuk melihat bahwa masih banyak tantangan hidup ke
depannya. Siap tidak siap, aku harus siap.
Selamat memasuki tahun ke empat perkuliahan untuk diriku
sendiri. Semangat berusaha menamatkan diri menjadi alumni.
Selamat datang skripsi, selamat datang revisi.
Senin, 10 Juli 2017
0
Hai, selamat dini hari! Maaf, tiba-tiba aja aku datang setelah berbulan bulan bahkan satu tahun lebih menghilang. Apalagi nggak sempet ngelanjutin post sebelumnya. Maaf ya, lagi nggak tertarik bahas itu:( semoga kapan-kapan ada niat buat lanjutin HEHE.
Well, pada dini hari yang random ini entah kenapa aku pengen nulis di sini. Padahal aku udah sering selingkuh ke media tulis yang lain HUHU maafkan aku, Blogger. Jadi kali ini aku cerita tentang satu hal yang aku suka. Hal ya, bukan orang :))))) btw this is just a random post, not that important btw HAHA but it's ok ya. Happy reading!
---
Dari dulu sampai sekarang, malam adalah waktu yang paling aku suka. Suasana sepi dan tenangnya, itu yang membuatku merasa nyaman. Tipikal orang yang menyukai belajar dan atau melakukan seuatu dalam lingkungan yang tenang mungkin akan sama dengan aku. Sering beraktivitas di malam hari untuk hal-hal yang memang pribadi. Walaupun malam yang aku maksud tidak selalu seperti pada waktu ini, dini hari.
Selain suasananya, malam selalu membuat aku jatuh cinta ketika di langit malam bertebaran benda-benda yang cantik. Benda-benda luar angkasa yang entah aku tidak tahu berapa jaraknya dari posisiku di bumi ini. Mereka jauh, tapi indah. Kalau mereka dekat, mungkin tidak bisa seindah itu. Dari situ aku belajar bahwa ternyata jarak bisa membuat suatu keindahan juga.
Aku suka melihat langit malam yang cerah dengan bulan yang bersinar dan dikelilingi oleh bintang-bintang yang gemerlapan. Setiap kali melihatnya, aku pasti selalu tersenyum. Entah, ada kebahagiaan tersendiri saat melihatnya. Padahal seingatku, aku tidak pernah punya kenangan tentang itu. Atau aku lupa?
Sekarang-sekarang ini, hampir setiap aku ingin mengganti background di laptop, HP, ataupun di sosial media, aku selalu menggantinya dengan gambar pemandangan malam. Universe. Itulah kata kunci yang aku tulis di laman Google. Lagi, aku tersenyum ketika melihat ratusan pemandangan malam hari, padahal itu hanya gambar,
Di bawah ini, ada beberapa gambar pemandangan malam favoritku. Aku ambil semua dari Google Images dengan kata kunci Universe.
Cantik, kan? Walaupun sebenarnya aku tidak tahu pasti apakah semua foto di atas adalah hasil jepretan kamera manusia atau bukan, tapi aku percaya bahwa pemandangan seperti itu nyata adanya. Aku pernah melihat beberapa foto hasil jepretan teman di sosial media. Foto-fotonya mirip seperti yang di atas. Malah katanya pemandangan aslinya jauh lebih cantik.
Rasanya ingin sekali melihat pemandangan seperti itu dengan mata kepala sendiri. Mungkin aku bisa melihatnya di puncak gunung ketika langit sedang cerah. Tapi siapa ya yang mau mengajakku naik gunung demi menemaniku melihat pemandangan seperti itu. Kamu mau?
Minggu, 28 Mei 2017
0
Berharap kabar baik bagimu dan bagiku.
Pikiran buruk selalu menyelimuti, menakut-nakuti imajinasiku.
Takut apabila sesuatu terjadi padamu, membawa kabar buruk bagiku.
Berharap padamu tidak sepenuhnya ku lakukan.
Aku sandarkan pengharapanku padaNya, untuk segala sesuatu yang terjadi pada kita.
Untuk kebahagiaan kamu, dan aku.
-Yunita Laila N A-
Menunggumu dari kejauhan, terbatas ratusan kilometer jarak.
Tak tahu apa yang kau lakukan, dimana, dan dengan siapa.Berharap kabar baik bagimu dan bagiku.
Pikiran buruk selalu menyelimuti, menakut-nakuti imajinasiku.
Takut apabila sesuatu terjadi padamu, membawa kabar buruk bagiku.
Berharap padamu tidak sepenuhnya ku lakukan.
Aku sandarkan pengharapanku padaNya, untuk segala sesuatu yang terjadi pada kita.
Untuk kebahagiaan kamu, dan aku.
-Yunita Laila N A-
Sabtu, 07 November 2015
0
Pergilah, maka kau akan tenang.
Menjauhlah, agar kau dapat bahagia.
menghilanglah, bebaskan hidupmu disana.
Berpisah bukan berarti melupakan.
Tak bersama lagi bukan berarti saling membenci.
Karena hidup banyak pilihan.
Karena hati punya tujuan.
Dan jalan terbaik adalah perpisahan.
-Yunita Laila N A-
Rabu, 28 Januari 2015
Label:
sajak




