Waktu, kalau misalkan ditunggu rasanya lama sekali ya. Tapi kalau sudah dilewati rasanya malah sangat cepat. Seperti sekarang ini.
Aku masih ingat beberapa kejadian di masa kecilku beberapa belas tahun lalu. Tertawa dan bahagia. Jatuh dan terluka. Tapi tetap tenang. Tetap santai menikmati waktu belajar dan bermainku.
Aku masih ingat masa-masa mulai mengenal banyak teman. Berkenalan, bercanda, bermusuhan, lalu baikan dan bermain kembali. Tentu saja aku bahagia. Belum terpikirkan apakah aku akan selamanya bermain bersama mereka.
Sampai akhirnya pada titik saat ini. Masa di mana aku hampir menyelesaikan studi kuliahku. Dengan pikiran yang bukan hanya pada tugas akhir demi gelar yang akan kudapat. Banyak hal lain yang aku pikirkan. Terutama tentang fase hidup, dan orang-orang yang berperan di dalamnya.
Pada masa di mana aku berada di titik ini, aku merasa banyak sekali perubahan yang terjadi. Bukan hanya perubahan pola pikir, namun juga perubahan aktivitas dan kebiasaan. Aku tidak bisa lagi hanya sekedar bermain dan belajar. Banyak target yang harus kucapai, dengan bukan hanya melalui bermain dan atau belajar.
Di waktu super senggangku kini di samping mengerjakan tugas akhir mahasiswaku, aku memilih untuk bekerja part time. Lima hari dalam seminggu, dengan empat jam kerja. Bekerja sambil belajar, kalau menurutku. Pekerjaan ini membutuhkanku untuk semakin terampil pada apa yang aku pelajari pula selama hampir empat tahun ini. Cukup menyenangkan.
Memiliki banyak waktu senggang karena tidak ada kelas yang harus aku jalani membuat kehidupanku cukup berubah. Begadang semakin larut, tidur semakin lama, memeluk guling semakin sering, dan hal-hal quality time dengan diri sendiri lainnya. Dikarenakan sudah tidak ada kelas, aku jarang juga bertemu dan berkumpul dengan teman-temanku. Kami mempunyai kesibukan sendiri-sendiri.
Nah, di saat sering sendiri itulah aku gunakan untuk banyak berpikir. Tentang fase pertemanan yang semakin ke sini semakin sedikit. Tentang fase kehidupan selanjutnya yang harus aku jalani. Dan juga tentang perasaan di dalam hati.
Bukan berniat untuk baper untuk galau, tapi sedikit ingin aku utarakan. Tentang perasaan, aku pasti bukan satu-satunya di antara jutaan manusia di dunia ini yang pernah merasa senang, sedih, kecewa, dan atau bahagia karenanya.
Tuhanku sang Maha Membolak-balikkan hati tentu saja sering kali membuatku resah dan gundah karena sebuah perasaan. Namun Dia juga Sang Pencipta yang membuat sebuah perasaan bisa untuh dan bertahan lama.
Aku tidak ingin menyebutkan perasaan macam apa itu, namun aku bahagia. Bahagia bisa merasakannya untuk beberapa waktu yang cukup lama walaupun mempertahankannya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Aku cukup heran pada diriku mengapa bisa bertahan, di saat orang-orang banyak yang dengan mudah menerima dan melepaskan. Bagaimana bisa? Entahlah. Yang jelas, aku bersyukur dan merasa cukup bahagia sekarang. Terimakasih Tuhan atas sebuah perasaan.
Kembali mengenai waktu yang dulu dan sekarang, aku tidak bisa lagi mengulang dan memberhentikan. Waktu akan terus berjalan, tanpa peduli dengan apa yang aku lakukan. Harusnya aku dan diri sendiriku ini yang bisa membuatku menikmati keberadaan sosok waktu itu.
Dengan harapan, doa, dan perbuatan.
Percayalah, usaha yang baik akan mendapat hasil yang baik pula. Selesaikan tugas akhir dengan baik, siapkan diri untuk ke jenjang hidup selanjutnya.
Selamat berjuang.
Dari, oleh, dan untuk diriku sendiri.
