0

Tentang Keadaan

Tepat pada hari ini, akhirnya ada yang pecah telor juga dari jurusan seangkatanku. Bukan pecah telor mau digoreng bukan, tapi ya mirip sih. Udah ada yang penDADARan. Udah ada yang mendapat gelar. Sebagai yang pertama!

"Wagelaseeeeeh!" kata anak-anak jaman sekarang. Kalo kata aku, "OMG OMG OMG." Panik. Tapi ikut seneng karena dia pasti seneng juga. Inget banget pernah satu kelas dan satu kelompok sama dia, eh sekarang udah sidang duluan aja.

Sekarang terus mencoba introspeksi diri dengan satu pertanyaan, "Kapan nyusul?" Gitu. Iya ya, kapan nyusul ya? Sedangkan aku masih berkutat di bab awal karena emang cukup rumit pembahasannya. Ditambah lagi mendapat rezeki supervisor yang sangat detail dan cukup perfectionist. Ah, ya beginilah jalanku.

Daripada aku cuma menggerutu dengan keadaan, akhirnya aku mencoba menenangkan diri. Aku berfikir bahwa jalan kita masing-masing memang berbeda. Rintangan yang kita hadapi pasti juga tidak sama. Untuk apa menyesali keadaan? Bukannya seharusnya tetap semangat jalan?
Selain itu, aku sendiri seharusnya bisa mengapresiasi diri ini karena berani untuk mengambil kesempatan. Ya, kesempatan meluangkan waktu untuk bekerja. Walaupun hanya kerja part time, aku mendapat banyak pengalaman dan pelajaran yang mungkin tidak didapat orang lain atau temanku yang sudah duluan mendapat gelar tadi. Sebuah kesempatan yang mungkin semua orang bisa dapatkan, tapi hanya yang berani yang melakukan.

Masih mau menggerutu dengan keadaan?

Katakan tidak. Jalani dan lanjutkan apa yang sudah dimulai. Perlahan, apa yang kita perjuangkan akan berbuah hasil. Percayalah. Allah tidak akan pernah berbohong untuk memberi rezekiNya.

Selamat sudah berani mengambil kesempatan dan semangat untuk menjemput masa depan.



0

Suatu Titik Kehidupan



Waktu, kalau misalkan ditunggu rasanya lama sekali ya. Tapi kalau sudah dilewati rasanya malah sangat cepat. Seperti sekarang ini.

Aku masih ingat beberapa kejadian di masa kecilku beberapa belas tahun lalu. Tertawa dan bahagia. Jatuh dan terluka. Tapi tetap tenang. Tetap santai menikmati waktu belajar dan bermainku.

Aku masih ingat masa-masa mulai mengenal banyak teman. Berkenalan, bercanda, bermusuhan, lalu baikan dan bermain kembali. Tentu saja aku bahagia. Belum terpikirkan apakah aku akan selamanya bermain bersama mereka.

Sampai akhirnya pada titik saat ini. Masa di mana aku hampir menyelesaikan studi kuliahku. Dengan pikiran yang bukan hanya pada tugas akhir demi gelar yang akan kudapat. Banyak hal lain yang aku pikirkan. Terutama tentang fase hidup, dan orang-orang yang berperan di dalamnya.

Pada masa di mana aku berada di titik ini, aku merasa banyak sekali perubahan yang terjadi. Bukan hanya perubahan pola pikir, namun juga perubahan aktivitas dan kebiasaan. Aku tidak bisa lagi hanya sekedar bermain dan belajar. Banyak target yang harus kucapai, dengan bukan hanya melalui bermain dan atau belajar.

Di waktu super senggangku kini di samping mengerjakan tugas akhir mahasiswaku, aku memilih untuk bekerja part time. Lima hari dalam seminggu, dengan empat jam kerja. Bekerja sambil belajar, kalau menurutku. Pekerjaan ini membutuhkanku untuk semakin terampil pada apa yang aku pelajari pula selama hampir empat tahun ini. Cukup menyenangkan.

Memiliki banyak waktu senggang karena tidak ada kelas yang harus aku jalani membuat kehidupanku cukup berubah. Begadang semakin larut, tidur semakin lama, memeluk guling semakin sering, dan hal-hal quality time dengan diri sendiri lainnya. Dikarenakan sudah tidak ada kelas, aku jarang juga bertemu dan berkumpul dengan teman-temanku. Kami mempunyai kesibukan sendiri-sendiri.

Nah, di saat sering sendiri itulah aku gunakan untuk banyak berpikir. Tentang fase pertemanan yang semakin ke sini semakin sedikit. Tentang fase kehidupan selanjutnya yang harus aku jalani. Dan juga tentang perasaan di dalam hati.

Bukan berniat untuk baper untuk galau, tapi sedikit ingin aku utarakan. Tentang perasaan, aku pasti bukan satu-satunya di antara jutaan manusia di dunia ini yang pernah merasa senang, sedih, kecewa, dan atau bahagia karenanya.

Tuhanku sang Maha Membolak-balikkan hati tentu saja sering kali membuatku resah dan gundah karena sebuah perasaan. Namun Dia juga Sang Pencipta yang membuat sebuah perasaan bisa untuh dan bertahan lama.

Aku tidak ingin menyebutkan perasaan macam apa itu, namun aku bahagia. Bahagia bisa merasakannya untuk beberapa waktu yang cukup lama walaupun mempertahankannya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Aku cukup heran pada diriku mengapa bisa bertahan, di saat orang-orang banyak yang dengan mudah menerima dan melepaskan. Bagaimana bisa? Entahlah. Yang jelas, aku bersyukur dan merasa cukup bahagia sekarang. Terimakasih Tuhan atas sebuah perasaan.

Kembali mengenai waktu yang dulu dan sekarang, aku tidak bisa lagi mengulang dan memberhentikan. Waktu akan terus berjalan, tanpa peduli dengan apa yang aku lakukan. Harusnya aku dan diri sendiriku ini yang bisa membuatku menikmati keberadaan sosok waktu itu. 

Dengan harapan, doa, dan perbuatan.

Percayalah, usaha yang baik akan mendapat hasil yang baik pula. Selesaikan tugas akhir dengan baik, siapkan diri untuk ke jenjang hidup selanjutnya. 

Selamat berjuang. 



Dari, oleh, dan untuk diriku sendiri.

0

Rumah Ke Dua di Jogja



Hi, peeps! Finally hati dan jari aku tergerak buat nulis cerita lagi hehehe. Btw, ada beberapa topik yang sebenernya udah lama banget pengen aku tulis. Mostly sih tentang cerita pengalaman dan opini, tapi sampai sekarang belum jadi buat ditulis hehehe maybe next time, ya. Well for now, I’m gonna share you about me, found my second “home” in Jogja. Happy reading!

---

Berawal dari tanggungan kegiatan di kuliah. Saat ini, aku udah masuk di semester 7. OMG I’m getting older in my college lol. Berhubung udah hampir di penghujung kuliah, jadi kegiatanku sekarang mostly menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Mulai dari memenuhi mata kuliah untuk sks wajib sampai kegiatan di luar kelar yang wajib juga untuk aku jalani sebagai salah satu dari beberapa syarat kelulusan. Salah satunya yaitu KKN. Korupsi Kolusi dan Nepotisme? Bukan, tapi Kuliah Kerja Nyata. How was my KKN? 

Waktu awal pembayaran KRS semester 6, aku juga melakukan pembayaran untuk KKN karena emang sksku udah cukup untuk memenuhi persyaratan menjalani kegiatan KKN. Nah, mulai daftar KKNnya yaitu sekitar awal-awal perkuliahan semester 6. Setelah data administrasi lengkap, aku daftar deh sama salah satu temen aku, Tika. Well sebenernya pengen daftar sendiri karena rumornya kalo daftar bareng temen itu kemungkinan bakal jadi satu kelompok. Tapi aku pengennya daftar sendiri jadi biar surprise gitu nanti satu kelompoknya sama siapa. Buttt it’s okay deh toh juga belum tentu aku sama Tika bakal satu kelompok besoknya.

Setelah pendaftaran KKN itu sampai sekitar bulan Mei baru ada info mengenai pembagian kelompok. Super deg-deg-an waktu dapet kabar kalo pengumuman pembagian kelompok KKN udah dipajang di depan kantor LP3M (Lembaga Penelitian, Publikasi & Pengabdian Masyarakat) UMY. Seinget aku waktu itu siang hari, sekitar jam 11an di grup angkatan udah banyak yang nyebar info pengumuman tersebut. Tapi karena pengen liat langsung pengumumannya, jadi aku pergi ke kampus siang itu juga. Dan sampe di sana rame banget yang lagi lait pengumumannya. Bermodalkan badan kecil jadi bisa menyelusup masuk sampe ke depan papan pengumuman. Daaan ternyata aku satu kelompok sama temen aku, Amel. Temen kelas dari semester 1, temen main, temen satu kontrakan pula. What a surprise!

Eh sebenernya gak surprise banget jugadeng. Kayak udah ketebak gitu gak sih karena daftarnya deketan? Wkwkwkwk. Jadi yaudah alhamdulillah malah jadi mempermudah gitu yaa kalau ada temen satu kontrakan. Apalagi yang udah kita kenal banget jadi ke depannya ada yang bisa ngerti kita banget gitu hahaha. 

Mulai bulan Mei itu kita udah pembekalan KKN, ketemu untuk rapat pembentukan ketua dll. Anggota kelompok aku ada 10 orang, terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Dari bersepuluh ini kami terbagi dari 5 jurusan yang berbeda; HI, Hukum, Agribisnis, Manajemen, dan PBI. Waktu pertama kali ketemu tuh nggak tau kenapa udah jadi deket gitu. Setelah pembentukan ketua dll kita bisa ngobrol santai gitu udah asyik deh pokoknya! Alhamdulillah banget dapet kelompok yang anak-anaknya asyik buat ngobrol dan nggak ada yang pendiem. Biar aku nggak cerewet sendiri wkwk.

Setelah abis lebaran, kita ada kumpul lagi persiapan KKN mulai tanggal 20an Juli. Kumpul lagi tuh kita ngebahas tentang observasi KKN. Setelah nentuin tanggal observasi, akhirnya kita pilih tanggal 24-25 Juli 2017. Lain daripada yang lain, kita observasinya nginep! Iya, nginep. Kelompok lain itu nggak ada yang observasinya nginep, Cuma kelompok kami doang. Alesannya karena daripada kita susah cari tanggal lain buat observasi ke dua kalinya, yaudah sekalian aja kita nginep dua hari semalem gitu. Awalnya kita izin dulu ke Pak Dukuhnya. Btw, aku yang menghubungi beliau. Alhamdulillah Pak Dukuh mengizinkan kita. Yaudah lah kita cuss aja tuh nginep di sana.

Selama dua hari satu malem di sana, alhamdulillah banget kita bisa langsung akrab sama warga dusun di sana. Apalagi sama tetangga depan posko. Oh iya btw kita itu nginep di salah satu rumah warga, nama pemilik rumahnya itu Mbah Warto. Nah, mbah Warto itu duda, belum lama ditinggal istrinya meninggal karena sakit. Berhubung rumah yang ada di dusun Sumberjo yang baisanya dijadiin posko KKN udah ditempatin sama anak KKN UIN Suka (iya kita KKNnya bareng sama mereka), jadinya kita dicariin tempat lain buat jadi posko kita. Di seberang rumah mbah Warto ada rumahnya Mba Rika, tetangga tapi beda RT sama mbah Warto. Dia punya anak namanya Rohman, lucu banget! Nah selama observasi itu kita muter-muter dusun buat nyari potensi apa yang bisa dusun punya dan juga cari masalah apa yang ada dan bisa kita bantu selesain waktu KKN nantinya. Ini dia foto waktu observasi kemarin.

Habis diputerin ke semua RT di Dusun.

Waktu mau pulang. Yang pake baju biru di tengah itu Mbah Warto :)
*aku masih kurus*

Setelah observasi, kita masih lanjut harus persiapan ini itu segala macem buat KKN. Oh iya aku belum ngasih tau, ya. Aku dipilih jadi sekretaris di kelompok KKNku ini. Gara-garanya I am the only one yang bawa buku dan bolpoin waktu pemilihan ketua waktu itu. Jadinya yaudah deh. Nah berhubung aku jadi sekretaris, kegiatan sebelum KKN lumayan bikin ribet. Ngurus surat ini itu. Nyatet kebutuhan ini itu sekaligus nyatet hasil rapat. Akhirnya sampailah kita di hari pelepasan KKN. Tanggal 1 agustus di sportorium. Semua mahasiswa KKN dikumpulin terus diberi wejangan ini itu tentang KKN gitudeh sekaligus kita dilepas buat memulai KKN. 


Setelah penerjunan.

Lokasi KKNku ada di Dusun Sumberjo, Desa Ngalang, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Nah dalam satu desa itu ada 4 dusun. Jadi, kelompok aku ada 3 temen kelompok lain dalam satu desa. Desa kami (4 kelompok) dapet jatah penerjunan tanggal 4 Agustus. Kelompok aku berencana buat berangkat tanggal 3 sore biar pagi waktu penerjunan nggak usah buru-buru berangkat dari Jogja. Masalah barang-barang yang perlu dibawa, kami udah anter barang-barang tanggal 2nya. Beres deh. Jadi waktu berangkat tinggal bawa badan sama sisa barang aja.

Fyi guys. The saddest moment sebelum berangkat KKN adalah bermasalah dengan DPL. Iya. DPL desa kami ngambek sampe hampir mengundurkan diri. Parah deh pokoknya. Gara-gara salah saorang dari kelompok dusun lain yang berbicara kurang sopan sampai akhirnya si bapak DPL ngambek. Dari situ aku udah kayak down gitu bingung gimana nasib KKN nantinya tanpa DPL. Masa iya kita harus ganti DPL lain padahlah besok udah mulai penerjunan? Kalau mau tau kelanjutannya, baca post ini sampai selesai ya!

3 Agustus 2017. Kami janjian jam 3 sehabis ashar di Indomaret seberang kampus. Tapi karena ada kendala akhirnya kami baru berangkat habis maghrib. Nggak perlu diceritain deh kendalanya yah, pokoknya lumayan bikin bete. Akhirnya berangkat deh kita terus sampe di posko malem. Kita ngadain rapat kecil sebelum penerjunan di pagi harinya.

Bangun pagi, masak, bangunin cowo-cowo buat antre mandi. Jam 9 kurang kita persiapan berangkat ke balai desa Ngalang. Sampai di sana, bapak DPL belom dateng. Degdegan lah kita takut beliau nggak dateng. Gimana bisa penerjunan nanti huhuhu. Tapi alhamdulillah sekitar 10 menit kemudian beliau dateng. Acara penerjunan pun dimulai. Yaaa walaupun ada kata-kata yang sebenernya tidak kami harapkan tapi yaudah kami terima aja.

5 agustus malam, yaitu malam minggu, kegiatan kami dimulai. The real kkn. Rapat perdana sama pak dukuh, perangkat dusun, anak karangtaruna, dan juga anak KKN UIN. Hal yang dibahas yaitu dari mulai perkenalan kelompok kami sampai ke acara 17an. Dan ternyata acara 17an udah bakal dimulai esok harinya! Wah kami mulai siap kerja di lapangan besoknya. 

Dann ini dia keseruan, kelelahan, kecampur adukan kegiatan kami selama satu bulan didusun Sumberjo. Foto-fotonya banyak banget. Puluhan Gigabyte. Tapi nggak mungkin kan aku upload semua hehehe. Jadi, di bawah ini adalah beberapa kegiatan kami waktu KKN! Keterangan kegiatan ada di bawah foto yah! #KamiKerjaNyata

Rapat perdana bareng Kepala Dukuh dan perangkat Dukuh lainnya. Pertama kali rapat langsung dapet banyak tugas, he he he.


Bantuin jadi panitia lomba-lomba 17an. Seru abis!


Di antara kami semuanya suka anak kecil. Jadi ya iseng gini foto ala keluarga besar dengan anak-anaknya.


Bukan pencitraan inimah. Asli candid lagi bantuin nyatet di Posyandu Balita.


Jadi pengajar di TPA.


Acara syukuran malam 17an. 


Nah ini dia yang namanya Amel, temen kelas dari maba sampe jadi temen sekontrakan dan se- per- KKN-an.
*maafkan mata nggak bisa melek. cuma tidur 3jam habis begadang ngurus administrasi dusun*


 Foto bareng Bapak DPL; beliau yang di tengah pake baju warna abu-abu dan pake peci.
*LOH KATANYA BERMASALAH SAMA DPL??*

Jadi gini gengs ceritanya. Dari sebelum penerjunan literally H-2 penerjunan emang ada masalah sama beliau. Masalahnya muncul bukan dari anggota kelompok aku, tapi dari kelompok lain.Ya gimana ya kita kesel sekaligus bingung gitu. Pokoknya rumit deh sampe beliau pengen mengundurkan diri jadi DPL desa kami. Nah tapi untungnya setelah penerjunan dan kelompok kami diskusi sama kelompok lain buat ke LP3M ngurus tentang masalah DPL gitu, akhirnya kami sepakat buat nggak ganti DPL. Lagipula nggak segampang itu ganti dan cari DPL lain :")

Sekitar satu minggu kita KKN, tepatnya pada suatu malam Minggu, kita punya niat tuh buat makan di luar. Jadi anak-anak cewe sengaja nggak masak. Habis kelar kegiatan bimbel, kita keluar deh tuh nyari makan eh nemunya di daerah WONOSARI. Ya lumayan  jauh ya sekitar setengah jam lebih deh tuh buat nyampe nya doang. Sampe ada drama pula karena jauh ehe ehe ehe. Kita makan di pecel lele. Waktu lagi pesen, tiba-tiba salah satu temenku ada yang bilang, "Eh Pak DPL mau dateng malem ini ke posko!" LHAH. PANIK DONG KITA. Buru-buru makannya dihabisin waktu udah dateng. Padahal itu juga udah jam 9. MASA BELIAU DATENG JAM 9? Ya udah deh ya mau nggak mau kita tetep harus cepet balik ke posko. Makan udah habis, bayar, langsung gaspol dah tuh balik ke posko yang jaraknya lumayan jauh huhu. Sampe posko kita langsung beres-beres posko dan juga ngisi buku harian KKN sambil nunggu beliau dateng.

Kira-kira jam setengah sepuluh lebih, beliau dateng bareng beberapa anggota kelompok Dusun lain kecuali kelompok yang bikin masalah sama beliau HEHE. Awalnya takut tuh ya kita takut gimana-gimana karena awalnya adalah masalah yang kemaren itu. Tapiiiii alhamdulillah banget ternyata beliau berbaik hati buat tetep jadi DPL kami dan tetep memantau kami karena kelompok yang bermasalah itu cuma satu. Jadi beliau nggak mempermasalahkan kelompok yang lain. Dann finally bisa foto kayak yang di atas gitu sama beliau hihihi.


Foto Fulltime pertama dan satu-satunya.



Ini foto habis acara penutupan panitia 17an. Habis joget-joget dangdut.

FYI ajanih ya guys, jadi semenjak KKN tuh aku kenal lagu-lagu dangdut jawa gitu HAHAHA. Waktu kegiatan perlombaan 17an tuh panitia dari karangtaruna nyetel lagu-lagu dangdut jawa gitu kayak Bidadari Kesleo, Bojo Galak, Ditinggal Rabi, Konco Mesra, dan lain-lain hahaha. Mostly everyday I hear those kind of songs dan sampe lumayan hafal Reff nya hahaha. Parah gaksiii. Tapi ternyata emang dari anak-anak yang KKN di tempat lain pun lagu-lagu dangdut itu sedang mengudara jadi ya pada hafal gitu hahaha. Coba dengerin deh, pasti ketagihan juga :P *racun*


Ini foto nasi goreng telur di atas daun pisang.

Jadi ceritanya suatu pagi kita belum makan dan masih ada nasi sisa semalem. Aku usul bikin nasi goreng aja deh yang cepet dan praktis, karena udah pada laper. Nah habis itu ada ide lagi buat makan di atas daun pisang aja bareng-bareng biar keliatan korsa-nya. Padahal biar ngiris cucian piring juga hahaha. Tapi seru sihhhhh makan bareng-bareng gini.


 Perpisahan Bimbel dan TPA Part. 1

Perpisahan Bimbel dan TPA Part. 2

31 Agustus 2017.
Agenda kami adalah perpisahan bimbel dan TPA anak-anak. Jadi gini, bimbel dan TPA tuh merupakan dua dari beberapa proker kita. Nah kita ngajar bimbel dan TPA dibagi jadi dua tempat untuk yang TPA, dan tiga tempat untuk bimbel. Pembagiannya dari pembagian RT gitu. Nah terus waktu perpisahan ini kita bikin jadi dua tempat, jadi kita bagi dua. Kegiatannya sama aja. Bikin prakarya bareng, presetasi karya, kuis, dan salam pamit dari kami.

Foto yang pertama itu di RT 7&8. Seru banget. Aku lumayan deket sama anak-anak di sana karena aku lebih sering ngajar bimbel di sana. Huhu jadi kangen :(( Terus ada yang bikin lucu nih, Jadi kan mereka satu per satu suruh nulis kesan pesanbuat kakak-kakak KKN di sebuah kertas dan dimasukin kotak gitu. Terus..........aku dapet dua surat yang unik pesannya wkwk.

WKWKWKWK. Soooo happy to get this.
Ini dari salah satu anak di Dusun Sumberjo yang pernah aku ajar di bimbel RT 07 & 08.
It was from Nadia.


Ngakak aku pertama baca surat ini WKWKWKWK. Keliahatan tuh dari siapa; Rendi.

Rendi tuh salah satu anak di RT 07. Dia usil banget orangnya. Suka gangguin. Eh waktu acara perpisahan dia kayak caper banget gitu ganggu mulu wkwkw. Terus waktu udah pamitan dan salam-salaman, dia muter berkali kali which is dia salaman sampe beberapa kali. Gak ngerti lagi sama ini anakkkk tapi lucu wkwkwk. Tapi aku galak darimananya, Ren? Huhuhu.

Acara perpisahan di tempat yang satunya which is di RT 1-6, suasanya sedikit berbeda sama di RT 7-8. Kegiatannya sih sama, cuma waktu di akhir yang bagian pamit....... ternyata mereka bikin surprise gitu. Mereka bikin papan dengan tulisan "Sealamt jalan kakak-kakak KKN UMY" terus beberapa dari mereka nyanyi lagunya Endang Sukamti yang judulnya Sampai Jumpa. Mereka nyanyi bagian Reffnya dan.................... nangis. Semua anak-anak dan temen-temen aku diem semua di ruangan itu. Satu per satu mulai sesegukan, ikut nangis juga. Termasuk aku :")

Gak nyangka banget mereka bakal ngasih itu, dengan tulisan gitu, dan nyanyi lagu itu. Sedih sesedih sedihnya sedih. Kalo mau liat videonya, bisa dilihat di Youtube aku. Akan aku cantumin linknya di bawah sendiri yah :)


Setelah acara Penarikan KKN, bareng Pak Dukuh dan Bu Dukuh tercinta.

Setelah kurang lebih satu bulan kita hidup bersama dalam satu atap (cielah) akhirnya tiba juga saat penarikan KKN dan perpisahan KKN. Btw, tadinya ada rencana ajakan dari kelompok lain buat ngadain acara perpisahan bersama di desa. Tapi, kami menolak hehe. Kami mau fokus buat ngadain perpisahan di dusun kami sendiri. Acara penarikan KKN tuh tanggal 4 September, dan kami melaksakan perpisahan di Dukuh tanggal 5 September which is sehari setelahnya.

Berbagai macam persiapan kami lakuin, mulai dari tempat, acara, konsumsi, dekorasi, dll. Kami pengen meninggalkan kesan untuk semua warga terutama di Dusun Sumberjo ini. Alhamdulillah acara perpisahan berjalan dengan lancar dan cukup menyedihkan. Kami nggak bisa nahan sedih nangis waktu acara pamit di akhir acara. Kami bersalaman ke seluruh warga yang dateng. Most of ibu-ibu di sana nangis dan peluk kami. Sedih. Rasanya satu bulan itu kurang. Kamis harus pamit sama mereka dikala kami lagi deket-deketnya, lagi akrab-akrabnya, dan udah dianggep jadi warga di sana. We are already miss them all. Banyak banget pelajaran yang kita dapet selama tinggal di sana. Bukan semata-mata tentang program kerja yang kami lakukan, tapi lebih ke pelajaran hidup yang mana di sana tuh warganya ramah dan tentu aja rasa kepeduliannya tinggi. We got so many experiences which will be useful for our future, I am really sure.

Pagi harinya setelah acara perpisahan di Dusun, kami berpamitan ke rumah-rumah ketua RT yang ada di sana. Satu hal lagi yang paling bikin kami sedih adalah ketika kami pamitan sama Mbah Warto. Nggak ngerti lagi, udah nggak kebendung sedihnya. Beliau yang udah rela rumahnya kami tinggali selama sebulan lebih, yang udah mempercayakan rumahnya untuk dijaga kami waktu beliau pergi ke luar kota. Waktu kami pamtan pun beliau sampai berkaca-kaca matanya. Sedih banget harus ninggalin beliau tinggal sendiri lagi di sana. Satu pesan yang aku inget dan bikin terharus adalah ketika beliau bilang,"Jangan lupa main ke sini kapan-kapan. Kalau mau nginep juga nggak usah bingung. Langsung ke sini aja. Kalian tau kan kuncinya di mana." He's really kind, I can't helppp. Semoga Allah selalu melindungi Mbah, yah :")

Setelah kegiatan KKN usai, aku dan beberapa temenku masih dua tiga kali bolak balik ke dusun buat ngurus administrasi laporan akhir. Alhamdulillah masih bisa ketemua sama warga-warga di sana. Dannnn satu hal lagi yang bikin aku senang adalah kami ngerencanain buat nginep di sana satu malem. Alhamdulillah senenggg. Tentu aja para warga seneng dan terutama anak-anak di sana. Oh iya, setelah KKN selesai, banyak anak-anak dusun sama yang ngechat di Whatsapp wkwkwk. Most of them nyuruh kami buat main ke sana gitu. Katanya siiih, baru kali ini mahasiswa KKN yang deket banget sama anak-anak di sana sampe "ditangisin" waktu perpisahan. Katanya lho. Agak kaget juga waktu tau itu. Lumayan terharu juga hehehehehe. Love them!

Btw, ini di bawah foto-foto waktu kita main ke sana lagi dan juga kita sempet ke pantai Ngandong hehe.



Ini dapet dari si kembar Ana dan Ani. We love u both more, dear!



PARDON OUR FACE, GAES.


THE GURLSSSSS. Tukang masak di posko HAHAHA.


Yha beginilah ekspresi kami; bahagia. Satu bulan KKN nggak pernah liburan ke-mana mana.



So I think that's all! Begitulah ceritaku tentang satu dari sekian banyak kegiatan kampus beberapa tahun ini. Tentang pengalaman dan kebersamaan. Tentang rumah kedua ku di kota penuh kenangan. Untuk teman-teman, selamat atas segala pencapaian bersama yang sudah kita lakukan dan terima kasih atas kebaikan kalian. Untuk warga dusun, terima kasih atas pelajaran yang sudah diberikan dan semangat untuk menatap masa depan.


Sumberjo, you are always be remembered. 


----------------------------------------------------------------

Link video Youtube as I said before:
2. Ini nggak terlalu penting, sih. Tapi gapapa deh ya aku share wkwk. Video Kesan Pesan


Happy watching!!

2

Mayoutfit Online Shop Murah Rekomendasiku



Di mana-mana yang namanya perempuan pasti suka berbelanja. Ya, termasuk aku sendiri. Aku akui, kegiatan belanja merupakan kegiatan yang mengasyikkan! Meskipun harus menghabiskan uang hihihi. Namun dibalik itu, aku merasakan sendiri kebahagiaan yang aku terima setelah aku berbelanja. Apalagi jika sudah menginginkan barang tersebut sejak lama, kemudian aku bisa membelinya. Wah, rasanya puas sekali!

Semenjak kuliah di Jogja, tingkat keinginan belanjaku semakin meningkat. Apalagi kita tahu, bahwa di Jogja banyak sekali tempat perbelanjaan dan harganya pas sesuai dengan kantong mahasiswa. Untuk aku sendiri, aku suka sekali mengoleksi benda-benda lucu apalagi yang berwujud atau bergambar binatang jerapah dan zebra. Yup, aku suka sekali dua binatang itu karena motifnya unik dan lucu. Nah selain itu, aku juga suka membeli baju karena juga untuk keperluan kuliah yang tidak lagi memakai seragam seperti waktu di SD/ SMP/ SMA dahulu.

Di kota Jogja, terdapat banyak sekali toko pakaian. Apalagi di kawasan Malioboro, wah berjejeran deh pokoknya! Namun berkembangnya teknologi, saat ini sudah banyak terdapat toko online atau online shop yang menjual barang dagangannya melalui internet. Apalagi saat sosial media bernama Instagram muncul, banyak online shop yang menggunakannya untuk menjajakan dagangannya. Aku sebagai consumer tentu saja senang karena aku bisa memilih barang-barang lewat internet saja tanpa harus berkunjung ke tokonya langsung.

Karena intensitas belanja meningkat, tentu saja intensitas untuk mencari online shop semakin meningkat juga. Aku semakin sering berbelanja online karena memang mudah dan praktis. Apalagi semenjak kuliah aku sudah memegang kartu ATM sendiri, jadi transaksinya pun hanya tinggal ditransfer saja. Karena sering berbelanja online, aku jadi hafal dan tau mana saja online Shop yang menurut aku barangnya bagus dan harganya affordable! Salah satunya yaitu Mayoutfit.

Aku menemukan online shop Mayoutfit kira-kira pada awal tahun 2015 di Instagram. Awalnya dulu Mayoutfit menjual berbagai macam dompet dan slingbag. Aku tertarik dengan salah satu slingbag Mayoutfit dan akhirnya membelinya. Aku akui, barang dari Mayoutfit berkualitas bagus dan harganya pas! Apalagi slingbag tersebut masih awet sampai sekarang, loh! Ini dia fotonya.


Semenjak saat itu, aku mulai mengikuti perkembangan Mayoutfit. Setiap Instagram Mayoutfit mengupload barang-barang baru, pasti aku selalu tertarik untuk membukanya dan melihat-lihat barangkali saja ada yang ingin aku beli. Semakin hari, Mayoutfit semakin berkembang. Barang-barang yang dijual semakin banyak! Apalagi ternyata Mayoutfit membuka store nya di Bandung. Wah, andai saja Bandung dekat dengan Jogja, pasti aku bakal datang ke store nya.

Karena memang terlalu seringnya membuka dan melihat-lihat Instagram Mayoutfit, aku menemukan info bahwa ternyata Mayoutfit mempunyai display barang-barangnya di Jogja. Setelah aku cari tahu, akhirnya aku menemukan tempatnya. Letaknya di daerah UIN saat itu. Aku ke sana bersama salah seorang temanku yang hobi belanja juga, namanya Fatma. Tokonya kecil, karena memang aslinya itu adalah toko kacamata. Aku melihat-lihat barang-barang yang ada, namun pulang dengan tangan kosong karena tidak menemukan baju yang pas. Sebenarnya ada yang aku ingin, tetapi ukurannya terlalu besar, jadi tidak kubeli.

Beberapa waktu dari itu, satu hal yang sangat aku tunggu-tunggu akhirnya terkabul. Mayoutif membuka store di Jogja. Wah, aku super antusias mendengarnya. Walaupun lokasinya bukan di daerah sekitar kampusku, tapi aku senang sekali. Akhirnya dibuka juga tokonya. Bersama dengan temanku tadi, Fatma, kami mendatangi store Mayoutfit yang ada di Jalan Seturan nomor 100.  Awalnya kami bingung mencari-cari lokasinya, karena memang daerah tersebut bukan daerah yang sering kami lewati. Akhirnya setelah bertanya kesana kemari, kami menemukannya. Wah, senang sekali rasanya. Setelah mencoba beberapa baju, akhirnya kami memutuskan untuk memilih dan membelinya.

Sejak saat itu, aku ingin sekali sering-sering ke store Mayoutif. Namun karena kendala waktu dan juga jarak, aku tidak bisa melakukannya. Nah, beberapa hari yang lalu aku melihat pengumuman di Instagram Mayoutfit mengenai Blog Competition. Karena memang aku suka menulis dan bercerita, aku tertarik untuk mengikutinya. Dari info yang ada, peserta diharuskan menulis pengalaman menariknya saat berbelanja di Mayoutfit dan disertai dengan foto/video. Maka dari itu, aku berinisiatif mengunjungi outlet Mayoutfit untuk mendokumentasikan store-nya dan tentu saja membeli sesuatu di sana!

Setelah mencari-cari waktu, akhirnya pada suatu hari Jumat, aku datang ke store Mayoutfit sendirian. Iya, sendirian! :D aku memang suka berpergian sendirian karena menurutku akan lebih flexible karena aku bisa bebas menghabiskan waktuku di mana saja. Jadilah aku pergi sendirian ke sana. Aku sampai di sana sekitar pukul 11 siang. Setelah memarkirkan motor, aku masuk ke dalam.

Aku mulai berkeliling mencari-cari baju yang aku suka di lantai bawah dan atas. Tidak lupa, aku juga mendokumentasikan beberapa sudut store Mayoutfit. Setelah menemukan baju yang cocok, aku mencoba baju tersebut. Dan syukurnya pas di badan hehe. Jujur saja, susah mencari baju yang pas untuk badanku yang bertubuh kurus dan lumayan pendek ini. Seringnya terlalu besar dan terlalu panjang. Namun akhirnya aku menemukan baju yang pas. Setelah itu, aku segera membayar di kasir.

Sepulang dari Mayoutfit, aku melanjutkan perjalananku ke Malioboro karena ingin membeli sesuatu yang lain. Karena memang belum makan, jadi aku memutuskan untuk membeli makan dahulu di dalam pasar Beringharjo. Ketika sedang makan, ada ibu-ibu muda di depanku sedang asyik mengobrol. Sambil sibuk makan, aku sedikit mendengar pembicaraan mereka. And you know what?!! Mereka sedang membahas tentang Mayoutfit! Tentu saja ketika mendengar kata Mayoutfit, aku langsung antusias untuk mendengarkannya.

A : “Eh Put, kamu udah pernah ke toko Mxxxxxxm store belum?”
B : “Walah udah. Tapi rame banget. Bejubel. Barang-barangnya juga kurang bagus. Mendingan di Mayoutfit.”
A : “Wah iya po? Tapi murah-murah kan di sana itu?”
B : “Iya emang murah murah, tapi barangnya gitu gitu aja. Buat anak kuliahan cocoknya.”
(dalam hati aku) “Hmmmm depan ibu ada anak kuliahan, Bu.”
A : “Lha kalo Mayoutfit?”
B : “Bagus-bagus di sana barangnya. Harganya juga murah kok. Mending di sana pokoknya.”

Begitu inti dari percakapan ibu-ibu muda, yang aku lihat sepertinya mereka pegawai Bank.

Mendengar hal itu, aku senyum-senyum sendiri. Terbukti memang, Mayoutfit sudah dikenal dimana-mana dengan kualitas barangnya yang bagus dan harganya yang tidak mencekik dompet. Aku turut senang mendengarnya. Dan setelah selesai makan, dengan bangga aku membawa plastik belanjaanku dari Mayoutfit tadi. :D

Selanjutnya, di bawah ini adalah beberapa foto dokumentasi yang sempat aku ambil ketika mengunjungi store Mayoutfit.



 Outlet Mayoutfit di Jalan Seturan No. 100


Tampak depan


Tatanan sepatu dengan rak yang unik! 😍


Wall decoration❤


Sudut toko yang manis dengan tatanan barang yang cantik!


Fitting Room


In the fitting room.


Meja kasir lantai 2


Mayoutfit name tag❤


Est. 2014


Ini aku, memakai salah satu produk Mayoutfit.


Ini juga salah satu baju dari Mayoutfit


Nah, itu dia pengalaman berkesan yang aku alami saat berbelanja di Mayoutfit. Sejauh ini, Mayoutfit merupakan salah satu online shop favoritku! Selain modelnya unik, motif nya menarik, harganya juga pas dikantong apalagi untuk mahasiswa seperti aku. 

Jadi buat kalian semua reader blogku, teman-temanku yang perempuan dan laki-laki (kali aja mau beliin pacarnya atau adeknya atau mantannya :p), aku merekomendasikan Mayoutfit untuk kalian berbelanja. Selain baju dan celana, ada aksesoris lainnya juga loh! Kalian bisa pilih-pilih barangnya lewat online di Instagram @mayoutfit atau bisa dateng ke tokonya jika kalian berada di kota Bandung, Sukabumi, Bekasi, Cianjur, Jogja, dan Depok (baru banget mau buka!!!). Kalian bisa cek alamatnya di Instagram Mayoutfit secara lengkap dan jelas.

Sekian dulu ya cerita dari aku. Semoga kalian bisa mendapatkan sesuatu dari tulisanku ini. Selain itu, sukses selalu untuk Mayoutfit!

Happy shopping, guys! 

1

Curhatan Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris


Setelah tiga tahun jadi mahasiswi, rasanya banyak banget yang perlu aku curhatin. Tapiiii di sini aku cuma pengen curcol aja mengenai kehidupan kampusku. I mean, lika liku kehidupan sebagai mahasiswinya. Di luar itu, e.g. jadi anak kosan, dll nya tidak termasuk yha.
So, perjalananku jadi mahasiswi dimulai dengan tidak mulus begitu saja. Ya, aku daftar ke berbagai macam PTN beserta berbagai macam jurusan juga, hasilnya nihil. Nah kenapa bisa nyasar di sini? Well, dulunya karena memang tujuan akhir. Karena aku nggak mau menunda kuliah tahun depannya lagi, finally aku coba buat daftar di kampusku sekarang ini.

Nah selanjutnya masalah jurusan. Well, my major now is my second choice from the first time I graduated from my SHS. Jadi, ya nggak nyasar nyasar amat. Karena jurusanku ini termasuk salah satu passionku. Emangnya aku pinter bahasa Inggris? No. I just love this lesson since I was in JHS. Jadi dulu karena waktu SMP aku belajarnya masih ngikut program RSBI, most of the lessons are using English. So, ya mau nggak mau aku harus bisa ngikutin dan lama kelamaan jadi suka.
Sampe masuk SMA, aku makin tau sendiri pelajaran apa yang aku suka dan aku rasa aku bisa. Dan jawabannya adalah pelajaran bahasa. Ya, nggak tau kenapa tapi aku merasa bisa dan cenderung mudah buat belajar sebuah bahasa. Waktu SMA aja ada pelajaran bahasa asing yaitu bahasa Perancis, and I really love to learn it even if it was not easy. Tapi karena suka, ya jadi aku rajin belajarnya dan aku bisa mengikuti. Selain itu, di pelajaran bahasa Inggrisnya sendiri aku lebih mudah buat mempelajari karena emang dapet bekal banyak dari RSBI waktu SMP.

Oh ya, ada hal lain yang mungkin jadi alasan mengapa aku suka belajar bahasa Inggris. Jadi waktu SMP, aku mulai kenal sama dunia perfilman barat dan lagu lagu barat. Nah mulai dari situ, aku suka banget nonton film barat dan dengerin lagu lagu barat. Karena emang dasarnya aku punya high curiousity, jadi segala macam kata yang aku nggak ngerti artinya itu aku cari tau sendiri. Entah kenapa aku suka melakukan hal itu, dan ya bisa dibilang jadi lebih tau banyak vocab.
Lanjut waktu udah jadi mahasiswinya ya. Awal awal semester pertama kuliah bahasa Inggris, aku emang nggak kaget karena aku udah siap kalau pastinya si dosen dosen bakal mostly using English in the class. Dan yaa, sekali lagi, karena aku suka bahasa Inggris, jadi aku mau belajar dan alhamdulillah bisa mengikuti. Dua semester awal di jurusanku ini emang fokus buat belajar dasar dari bahasa Inggris itu sendiri. Jadi, kami belajar listening, speaking, reading, writing, trus grammar, itu di awal. Mulai semester tiga ke atas, barulah teori tentang pendidikan dan teori tentang bahasa Inggris itu sendiri.

Sempet kagetnya sih di awal semester tiga. Secara, dua semester awal mata kuliahnya cukup ringan karena emang masih dasar. Waktu masuk semester tiga, mulailah teori teori aku pelajarin. Mulai berkutat dengan buku buku milik penulis asing yang tentu aja bukunya full English. Kalo isinya tentang cerita sih masih enak buat baca ya, lha ini tentang teori teori yang susah dipahami.... I was like... OMG... pusing banget bacanya. Karena buku tersebut dipake setiap pertemuan di kelas, ya mau nggak mau setiap minggu atau satu hari sebelumnya harus baca buku itu. Kamus wajib banget disanding buat nemenin baca buku buku tersebut.

Sampe di semester semester selanjutnya, buku buku tebal full English tentang teori teori masih digunain. Oh ya, nambah lagi jurnal jurnal dari online yang juga full English. Dan masih sampe detik ini juga, di semester hampir tua ini, kalo mau ngebaca buku atau jurnal gitu harus banget niat yang gede. Nggak ngerti deh gimana cara numbuhin minat baca buku teori teori gitu 

Satu hal yang aku baru tau dari jurusan bahasa Inggris adalah, sebenarnya skripsi jurusan bahasa Inggris itu tidak wajib menggunakan bahasa Inggris. Hm, agak kaget juga. Baru banget tau. Setau aku ya di mana mana kalo jurusan bahasa Inggris pasti skripsinya pake bahasa Inggris. Tapi ternyata enggak!!! Tapi juga... ya di jurusanku di kampusku ini membuat kebijakan sendiri untuk mewajibkan skripsi mahasiswanya pake bahasa Inggris. 

Selanjutnya hmm tentang suka duka ya. Dukanya dulu. Duka jadi mahasiswi jurusan bahasa Inggris adalah ketika dianggap menguasai bahasa itu sendiri. Jadi sering nih ketemu orang dan kalo ditanya, "Jurusan apa?" Trus dijawab "Bahasa Inggris." Trus most of them will say "Waah pasti pinter yaa bahasa Inggrisnyaa." PADAHAL NGGAK JUGA LHO. Adalagi, tipe orang yang habis nanya gitu terus kemudian ngajak ngobrol pake bahasa Inggris. Well, nggak tau kenapa tapi aku nggak terlalu suka kalo gitu. Bukannya sok dan bukan takut salah juga, karena salah satu kunci pinter ngomong bahasa Inggris adalah practice, tapi aku nggak terlalu suka kalo tbtb diajak ngomong gitu. Hmm pake bahasa Indonesia aja bisa, kan? Kecuali, dianya bule ya. Itu beda lagi.

Duka lainnya yaitu mengenai apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Tau kan ada apa dengan Kurtilas? Ya, pelajaran bahasa Inggris dihilangkan di kurikulum untuk anak SD. Agak sedih, dengernya. Sebenernya banyak pro kontra mengenai masalah ini ya. Tapi menurut aku, hal tersebut justru lebih banyak ruginya. Anak anak SD seharusnya tetap mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, walaupun minim. Karena apa? Lihat deh, jaman sekarang bahasa Inggris bukan lagi bahasa yang aneh. Di mana mana udah banyak tulisan ber bahasa Inggris. Jadi, ya biar mereka bisa dapet pelajaran bahasa itu lebih awal. Nah terus nasib teman teman yang pengen jadi guru bahasa Inggris jadi berkurang lagi kan wilayah kerjanya? Hm. Ya walaupun bahasa Inggris bisa kerja di bidang lainnya juga, tapi masih banyak yang pengen di bidang pendidikan, wahai pak Menteri Soon, aku bakal bikin tulisan tentang ini sendiri ya. Apalagi aku masih punya catatan wawancara sama guru bahasa Inggris di salah satu SD di Jogja mengenai permasalahan ini. Pokoknya sedih.

Sekarang pindah ke suka nya ya. Jadi mahasiswi yang belajar bahasa Inggris itu enak dan mengasyikkan. Iya sih, bahasa itu bisa dipelajari sendiri, dan juga banyak tempat belajar semacam bimbel atau kursus di luar sana. Tapi kamu bakal ngerasain sendiri kalo pelajaran itu kamu pelajari sehari hari. Aku sendiri menikmati apa yang aku pelajari saat ini. Aku bisa dapet banyak banget vocab vocab yang tadinya aku nggak tau. Aku bisa dapet pengetahuan tentang sejarah per-bahasa Inggris-an di dunia. Aku bisa tau cara baca sebuah kata yang bener. Aku bisa tau bedanya kata ini dan itu dalam berbagau konteks. Aku bisa tau cara nulis essai yang bener. Dan tentu aja, aku bisa tau budaya budaya dari luar negeri dari belajar bahasa Inggris itu sendiri (judul skripsi saya!!! :p).
Selain itu, yang amat sangat aku syukuri adalah.. hampir semua dosen di jurusanku itu menyenangkan!! Seriously. Hampir semuanya bisa bercanda. Bisa deket sama mahasiswanya. Gaul. Keren. Terbuka. Pokoknya asik. Ya mungkin nggak semua mahasiswa bakal ngerasain ini, tapi kebanyakan dari temen-temen aku, kakak tingkat, maupun adek tingkat, pasti ngerasain hal yang sama. Banyak juga dari mereka (dosen) yang selalu bisa ngasih motivasi terutama dari pengalaman hidupnya masing masing. Itulah salah satu hal yang bikin aku pengen jadi dosen juga aku pengen jadi kayak mereka. Dosen nggak selalu harus galak dan menyusahkan mahasiswanya. Tapi dosen yang terbuka dan bisa bergaul sama mahasiswanya lah itu yang banyak dicari. Eits tapi tetep harus ada sopan santun lho ya. Pokoknya sih di sini aku seneng banget bisa ketemu sama dosen-dosen kayak mereka. #Proud

Satu lagi sukanya adalah.. bahasa Inggris di zaman yang modern ini insyaAllah dibutuhin di berbagai banyak bidang. Jadi, walaupun aku dari jurusan pendidikan, tapi nggak harus jadi guru kok sehabis lulus! Lagian kalau mau jadi guru pun habis lulus ini, kami harus mengikuti sekolah lagi selama 1tahun buat nambah gelar "Gr". Semacam sekolah profesi gitu. Nah, buat yang nggak pengen jadi guru, banyak bidang lain yang butuh lulusan bahasa Inggris. Mau jadi dosen (non pendidikan) bahasa Inggris, penerjemah, wartawan, pengusaha internasional, pegawai di Kedubes, dan masih banyak lagiii, InsyaAllah. Jadi ya tergantung kita lagi minatnya mau kerja di bidang apa dengan bekal bahasa Inggris yang kita punya.

So, that's all. Inti dari curhatan ini adalah keisengan sekaligus keinginan untuk berbagi mengenai gimana sih rasanya kuliah di jurusan bahasa Inggris? Ya memang sih, nggak ada yang nyuruh aku buat bikin tulisan gini. But, sharing is caring kan :p

Sekian dulu ya. Apapun jurusan kamu, semangat mengejar cita-cita ya! Semoga apa yang kita cita-citakan bisa bikin kita berguna buat ngebangun negeri kita tercinta ini (cielah). Sekali lagi, semangat! #AkuCintaIndonesia


p.s. Diketik pakai HP, di rumah, di sela-sela ngerevisi proposal skripsi.