2

Mayoutfit Online Shop Murah Rekomendasiku



Di mana-mana yang namanya perempuan pasti suka berbelanja. Ya, termasuk aku sendiri. Aku akui, kegiatan belanja merupakan kegiatan yang mengasyikkan! Meskipun harus menghabiskan uang hihihi. Namun dibalik itu, aku merasakan sendiri kebahagiaan yang aku terima setelah aku berbelanja. Apalagi jika sudah menginginkan barang tersebut sejak lama, kemudian aku bisa membelinya. Wah, rasanya puas sekali!

Semenjak kuliah di Jogja, tingkat keinginan belanjaku semakin meningkat. Apalagi kita tahu, bahwa di Jogja banyak sekali tempat perbelanjaan dan harganya pas sesuai dengan kantong mahasiswa. Untuk aku sendiri, aku suka sekali mengoleksi benda-benda lucu apalagi yang berwujud atau bergambar binatang jerapah dan zebra. Yup, aku suka sekali dua binatang itu karena motifnya unik dan lucu. Nah selain itu, aku juga suka membeli baju karena juga untuk keperluan kuliah yang tidak lagi memakai seragam seperti waktu di SD/ SMP/ SMA dahulu.

Di kota Jogja, terdapat banyak sekali toko pakaian. Apalagi di kawasan Malioboro, wah berjejeran deh pokoknya! Namun berkembangnya teknologi, saat ini sudah banyak terdapat toko online atau online shop yang menjual barang dagangannya melalui internet. Apalagi saat sosial media bernama Instagram muncul, banyak online shop yang menggunakannya untuk menjajakan dagangannya. Aku sebagai consumer tentu saja senang karena aku bisa memilih barang-barang lewat internet saja tanpa harus berkunjung ke tokonya langsung.

Karena intensitas belanja meningkat, tentu saja intensitas untuk mencari online shop semakin meningkat juga. Aku semakin sering berbelanja online karena memang mudah dan praktis. Apalagi semenjak kuliah aku sudah memegang kartu ATM sendiri, jadi transaksinya pun hanya tinggal ditransfer saja. Karena sering berbelanja online, aku jadi hafal dan tau mana saja online Shop yang menurut aku barangnya bagus dan harganya affordable! Salah satunya yaitu Mayoutfit.

Aku menemukan online shop Mayoutfit kira-kira pada awal tahun 2015 di Instagram. Awalnya dulu Mayoutfit menjual berbagai macam dompet dan slingbag. Aku tertarik dengan salah satu slingbag Mayoutfit dan akhirnya membelinya. Aku akui, barang dari Mayoutfit berkualitas bagus dan harganya pas! Apalagi slingbag tersebut masih awet sampai sekarang, loh! Ini dia fotonya.


Semenjak saat itu, aku mulai mengikuti perkembangan Mayoutfit. Setiap Instagram Mayoutfit mengupload barang-barang baru, pasti aku selalu tertarik untuk membukanya dan melihat-lihat barangkali saja ada yang ingin aku beli. Semakin hari, Mayoutfit semakin berkembang. Barang-barang yang dijual semakin banyak! Apalagi ternyata Mayoutfit membuka store nya di Bandung. Wah, andai saja Bandung dekat dengan Jogja, pasti aku bakal datang ke store nya.

Karena memang terlalu seringnya membuka dan melihat-lihat Instagram Mayoutfit, aku menemukan info bahwa ternyata Mayoutfit mempunyai display barang-barangnya di Jogja. Setelah aku cari tahu, akhirnya aku menemukan tempatnya. Letaknya di daerah UIN saat itu. Aku ke sana bersama salah seorang temanku yang hobi belanja juga, namanya Fatma. Tokonya kecil, karena memang aslinya itu adalah toko kacamata. Aku melihat-lihat barang-barang yang ada, namun pulang dengan tangan kosong karena tidak menemukan baju yang pas. Sebenarnya ada yang aku ingin, tetapi ukurannya terlalu besar, jadi tidak kubeli.

Beberapa waktu dari itu, satu hal yang sangat aku tunggu-tunggu akhirnya terkabul. Mayoutif membuka store di Jogja. Wah, aku super antusias mendengarnya. Walaupun lokasinya bukan di daerah sekitar kampusku, tapi aku senang sekali. Akhirnya dibuka juga tokonya. Bersama dengan temanku tadi, Fatma, kami mendatangi store Mayoutfit yang ada di Jalan Seturan nomor 100.  Awalnya kami bingung mencari-cari lokasinya, karena memang daerah tersebut bukan daerah yang sering kami lewati. Akhirnya setelah bertanya kesana kemari, kami menemukannya. Wah, senang sekali rasanya. Setelah mencoba beberapa baju, akhirnya kami memutuskan untuk memilih dan membelinya.

Sejak saat itu, aku ingin sekali sering-sering ke store Mayoutif. Namun karena kendala waktu dan juga jarak, aku tidak bisa melakukannya. Nah, beberapa hari yang lalu aku melihat pengumuman di Instagram Mayoutfit mengenai Blog Competition. Karena memang aku suka menulis dan bercerita, aku tertarik untuk mengikutinya. Dari info yang ada, peserta diharuskan menulis pengalaman menariknya saat berbelanja di Mayoutfit dan disertai dengan foto/video. Maka dari itu, aku berinisiatif mengunjungi outlet Mayoutfit untuk mendokumentasikan store-nya dan tentu saja membeli sesuatu di sana!

Setelah mencari-cari waktu, akhirnya pada suatu hari Jumat, aku datang ke store Mayoutfit sendirian. Iya, sendirian! :D aku memang suka berpergian sendirian karena menurutku akan lebih flexible karena aku bisa bebas menghabiskan waktuku di mana saja. Jadilah aku pergi sendirian ke sana. Aku sampai di sana sekitar pukul 11 siang. Setelah memarkirkan motor, aku masuk ke dalam.

Aku mulai berkeliling mencari-cari baju yang aku suka di lantai bawah dan atas. Tidak lupa, aku juga mendokumentasikan beberapa sudut store Mayoutfit. Setelah menemukan baju yang cocok, aku mencoba baju tersebut. Dan syukurnya pas di badan hehe. Jujur saja, susah mencari baju yang pas untuk badanku yang bertubuh kurus dan lumayan pendek ini. Seringnya terlalu besar dan terlalu panjang. Namun akhirnya aku menemukan baju yang pas. Setelah itu, aku segera membayar di kasir.

Sepulang dari Mayoutfit, aku melanjutkan perjalananku ke Malioboro karena ingin membeli sesuatu yang lain. Karena memang belum makan, jadi aku memutuskan untuk membeli makan dahulu di dalam pasar Beringharjo. Ketika sedang makan, ada ibu-ibu muda di depanku sedang asyik mengobrol. Sambil sibuk makan, aku sedikit mendengar pembicaraan mereka. And you know what?!! Mereka sedang membahas tentang Mayoutfit! Tentu saja ketika mendengar kata Mayoutfit, aku langsung antusias untuk mendengarkannya.

A : “Eh Put, kamu udah pernah ke toko Mxxxxxxm store belum?”
B : “Walah udah. Tapi rame banget. Bejubel. Barang-barangnya juga kurang bagus. Mendingan di Mayoutfit.”
A : “Wah iya po? Tapi murah-murah kan di sana itu?”
B : “Iya emang murah murah, tapi barangnya gitu gitu aja. Buat anak kuliahan cocoknya.”
(dalam hati aku) “Hmmmm depan ibu ada anak kuliahan, Bu.”
A : “Lha kalo Mayoutfit?”
B : “Bagus-bagus di sana barangnya. Harganya juga murah kok. Mending di sana pokoknya.”

Begitu inti dari percakapan ibu-ibu muda, yang aku lihat sepertinya mereka pegawai Bank.

Mendengar hal itu, aku senyum-senyum sendiri. Terbukti memang, Mayoutfit sudah dikenal dimana-mana dengan kualitas barangnya yang bagus dan harganya yang tidak mencekik dompet. Aku turut senang mendengarnya. Dan setelah selesai makan, dengan bangga aku membawa plastik belanjaanku dari Mayoutfit tadi. :D

Selanjutnya, di bawah ini adalah beberapa foto dokumentasi yang sempat aku ambil ketika mengunjungi store Mayoutfit.



 Outlet Mayoutfit di Jalan Seturan No. 100


Tampak depan


Tatanan sepatu dengan rak yang unik! 😍


Wall decoration❤


Sudut toko yang manis dengan tatanan barang yang cantik!


Fitting Room


In the fitting room.


Meja kasir lantai 2


Mayoutfit name tag❤


Est. 2014


Ini aku, memakai salah satu produk Mayoutfit.


Ini juga salah satu baju dari Mayoutfit


Nah, itu dia pengalaman berkesan yang aku alami saat berbelanja di Mayoutfit. Sejauh ini, Mayoutfit merupakan salah satu online shop favoritku! Selain modelnya unik, motif nya menarik, harganya juga pas dikantong apalagi untuk mahasiswa seperti aku. 

Jadi buat kalian semua reader blogku, teman-temanku yang perempuan dan laki-laki (kali aja mau beliin pacarnya atau adeknya atau mantannya :p), aku merekomendasikan Mayoutfit untuk kalian berbelanja. Selain baju dan celana, ada aksesoris lainnya juga loh! Kalian bisa pilih-pilih barangnya lewat online di Instagram @mayoutfit atau bisa dateng ke tokonya jika kalian berada di kota Bandung, Sukabumi, Bekasi, Cianjur, Jogja, dan Depok (baru banget mau buka!!!). Kalian bisa cek alamatnya di Instagram Mayoutfit secara lengkap dan jelas.

Sekian dulu ya cerita dari aku. Semoga kalian bisa mendapatkan sesuatu dari tulisanku ini. Selain itu, sukses selalu untuk Mayoutfit!

Happy shopping, guys! 

1

Curhatan Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris


Setelah tiga tahun jadi mahasiswi, rasanya banyak banget yang perlu aku curhatin. Tapiiii di sini aku cuma pengen curcol aja mengenai kehidupan kampusku. I mean, lika liku kehidupan sebagai mahasiswinya. Di luar itu, e.g. jadi anak kosan, dll nya tidak termasuk yha.
So, perjalananku jadi mahasiswi dimulai dengan tidak mulus begitu saja. Ya, aku daftar ke berbagai macam PTN beserta berbagai macam jurusan juga, hasilnya nihil. Nah kenapa bisa nyasar di sini? Well, dulunya karena memang tujuan akhir. Karena aku nggak mau menunda kuliah tahun depannya lagi, finally aku coba buat daftar di kampusku sekarang ini.

Nah selanjutnya masalah jurusan. Well, my major now is my second choice from the first time I graduated from my SHS. Jadi, ya nggak nyasar nyasar amat. Karena jurusanku ini termasuk salah satu passionku. Emangnya aku pinter bahasa Inggris? No. I just love this lesson since I was in JHS. Jadi dulu karena waktu SMP aku belajarnya masih ngikut program RSBI, most of the lessons are using English. So, ya mau nggak mau aku harus bisa ngikutin dan lama kelamaan jadi suka.
Sampe masuk SMA, aku makin tau sendiri pelajaran apa yang aku suka dan aku rasa aku bisa. Dan jawabannya adalah pelajaran bahasa. Ya, nggak tau kenapa tapi aku merasa bisa dan cenderung mudah buat belajar sebuah bahasa. Waktu SMA aja ada pelajaran bahasa asing yaitu bahasa Perancis, and I really love to learn it even if it was not easy. Tapi karena suka, ya jadi aku rajin belajarnya dan aku bisa mengikuti. Selain itu, di pelajaran bahasa Inggrisnya sendiri aku lebih mudah buat mempelajari karena emang dapet bekal banyak dari RSBI waktu SMP.

Oh ya, ada hal lain yang mungkin jadi alasan mengapa aku suka belajar bahasa Inggris. Jadi waktu SMP, aku mulai kenal sama dunia perfilman barat dan lagu lagu barat. Nah mulai dari situ, aku suka banget nonton film barat dan dengerin lagu lagu barat. Karena emang dasarnya aku punya high curiousity, jadi segala macam kata yang aku nggak ngerti artinya itu aku cari tau sendiri. Entah kenapa aku suka melakukan hal itu, dan ya bisa dibilang jadi lebih tau banyak vocab.
Lanjut waktu udah jadi mahasiswinya ya. Awal awal semester pertama kuliah bahasa Inggris, aku emang nggak kaget karena aku udah siap kalau pastinya si dosen dosen bakal mostly using English in the class. Dan yaa, sekali lagi, karena aku suka bahasa Inggris, jadi aku mau belajar dan alhamdulillah bisa mengikuti. Dua semester awal di jurusanku ini emang fokus buat belajar dasar dari bahasa Inggris itu sendiri. Jadi, kami belajar listening, speaking, reading, writing, trus grammar, itu di awal. Mulai semester tiga ke atas, barulah teori tentang pendidikan dan teori tentang bahasa Inggris itu sendiri.

Sempet kagetnya sih di awal semester tiga. Secara, dua semester awal mata kuliahnya cukup ringan karena emang masih dasar. Waktu masuk semester tiga, mulailah teori teori aku pelajarin. Mulai berkutat dengan buku buku milik penulis asing yang tentu aja bukunya full English. Kalo isinya tentang cerita sih masih enak buat baca ya, lha ini tentang teori teori yang susah dipahami.... I was like... OMG... pusing banget bacanya. Karena buku tersebut dipake setiap pertemuan di kelas, ya mau nggak mau setiap minggu atau satu hari sebelumnya harus baca buku itu. Kamus wajib banget disanding buat nemenin baca buku buku tersebut.

Sampe di semester semester selanjutnya, buku buku tebal full English tentang teori teori masih digunain. Oh ya, nambah lagi jurnal jurnal dari online yang juga full English. Dan masih sampe detik ini juga, di semester hampir tua ini, kalo mau ngebaca buku atau jurnal gitu harus banget niat yang gede. Nggak ngerti deh gimana cara numbuhin minat baca buku teori teori gitu 

Satu hal yang aku baru tau dari jurusan bahasa Inggris adalah, sebenarnya skripsi jurusan bahasa Inggris itu tidak wajib menggunakan bahasa Inggris. Hm, agak kaget juga. Baru banget tau. Setau aku ya di mana mana kalo jurusan bahasa Inggris pasti skripsinya pake bahasa Inggris. Tapi ternyata enggak!!! Tapi juga... ya di jurusanku di kampusku ini membuat kebijakan sendiri untuk mewajibkan skripsi mahasiswanya pake bahasa Inggris. 

Selanjutnya hmm tentang suka duka ya. Dukanya dulu. Duka jadi mahasiswi jurusan bahasa Inggris adalah ketika dianggap menguasai bahasa itu sendiri. Jadi sering nih ketemu orang dan kalo ditanya, "Jurusan apa?" Trus dijawab "Bahasa Inggris." Trus most of them will say "Waah pasti pinter yaa bahasa Inggrisnyaa." PADAHAL NGGAK JUGA LHO. Adalagi, tipe orang yang habis nanya gitu terus kemudian ngajak ngobrol pake bahasa Inggris. Well, nggak tau kenapa tapi aku nggak terlalu suka kalo gitu. Bukannya sok dan bukan takut salah juga, karena salah satu kunci pinter ngomong bahasa Inggris adalah practice, tapi aku nggak terlalu suka kalo tbtb diajak ngomong gitu. Hmm pake bahasa Indonesia aja bisa, kan? Kecuali, dianya bule ya. Itu beda lagi.

Duka lainnya yaitu mengenai apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Tau kan ada apa dengan Kurtilas? Ya, pelajaran bahasa Inggris dihilangkan di kurikulum untuk anak SD. Agak sedih, dengernya. Sebenernya banyak pro kontra mengenai masalah ini ya. Tapi menurut aku, hal tersebut justru lebih banyak ruginya. Anak anak SD seharusnya tetap mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, walaupun minim. Karena apa? Lihat deh, jaman sekarang bahasa Inggris bukan lagi bahasa yang aneh. Di mana mana udah banyak tulisan ber bahasa Inggris. Jadi, ya biar mereka bisa dapet pelajaran bahasa itu lebih awal. Nah terus nasib teman teman yang pengen jadi guru bahasa Inggris jadi berkurang lagi kan wilayah kerjanya? Hm. Ya walaupun bahasa Inggris bisa kerja di bidang lainnya juga, tapi masih banyak yang pengen di bidang pendidikan, wahai pak Menteri Soon, aku bakal bikin tulisan tentang ini sendiri ya. Apalagi aku masih punya catatan wawancara sama guru bahasa Inggris di salah satu SD di Jogja mengenai permasalahan ini. Pokoknya sedih.

Sekarang pindah ke suka nya ya. Jadi mahasiswi yang belajar bahasa Inggris itu enak dan mengasyikkan. Iya sih, bahasa itu bisa dipelajari sendiri, dan juga banyak tempat belajar semacam bimbel atau kursus di luar sana. Tapi kamu bakal ngerasain sendiri kalo pelajaran itu kamu pelajari sehari hari. Aku sendiri menikmati apa yang aku pelajari saat ini. Aku bisa dapet banyak banget vocab vocab yang tadinya aku nggak tau. Aku bisa dapet pengetahuan tentang sejarah per-bahasa Inggris-an di dunia. Aku bisa tau cara baca sebuah kata yang bener. Aku bisa tau bedanya kata ini dan itu dalam berbagau konteks. Aku bisa tau cara nulis essai yang bener. Dan tentu aja, aku bisa tau budaya budaya dari luar negeri dari belajar bahasa Inggris itu sendiri (judul skripsi saya!!! :p).
Selain itu, yang amat sangat aku syukuri adalah.. hampir semua dosen di jurusanku itu menyenangkan!! Seriously. Hampir semuanya bisa bercanda. Bisa deket sama mahasiswanya. Gaul. Keren. Terbuka. Pokoknya asik. Ya mungkin nggak semua mahasiswa bakal ngerasain ini, tapi kebanyakan dari temen-temen aku, kakak tingkat, maupun adek tingkat, pasti ngerasain hal yang sama. Banyak juga dari mereka (dosen) yang selalu bisa ngasih motivasi terutama dari pengalaman hidupnya masing masing. Itulah salah satu hal yang bikin aku pengen jadi dosen juga aku pengen jadi kayak mereka. Dosen nggak selalu harus galak dan menyusahkan mahasiswanya. Tapi dosen yang terbuka dan bisa bergaul sama mahasiswanya lah itu yang banyak dicari. Eits tapi tetep harus ada sopan santun lho ya. Pokoknya sih di sini aku seneng banget bisa ketemu sama dosen-dosen kayak mereka. #Proud

Satu lagi sukanya adalah.. bahasa Inggris di zaman yang modern ini insyaAllah dibutuhin di berbagai banyak bidang. Jadi, walaupun aku dari jurusan pendidikan, tapi nggak harus jadi guru kok sehabis lulus! Lagian kalau mau jadi guru pun habis lulus ini, kami harus mengikuti sekolah lagi selama 1tahun buat nambah gelar "Gr". Semacam sekolah profesi gitu. Nah, buat yang nggak pengen jadi guru, banyak bidang lain yang butuh lulusan bahasa Inggris. Mau jadi dosen (non pendidikan) bahasa Inggris, penerjemah, wartawan, pengusaha internasional, pegawai di Kedubes, dan masih banyak lagiii, InsyaAllah. Jadi ya tergantung kita lagi minatnya mau kerja di bidang apa dengan bekal bahasa Inggris yang kita punya.

So, that's all. Inti dari curhatan ini adalah keisengan sekaligus keinginan untuk berbagi mengenai gimana sih rasanya kuliah di jurusan bahasa Inggris? Ya memang sih, nggak ada yang nyuruh aku buat bikin tulisan gini. But, sharing is caring kan :p

Sekian dulu ya. Apapun jurusan kamu, semangat mengejar cita-cita ya! Semoga apa yang kita cita-citakan bisa bikin kita berguna buat ngebangun negeri kita tercinta ini (cielah). Sekali lagi, semangat! #AkuCintaIndonesia


p.s. Diketik pakai HP, di rumah, di sela-sela ngerevisi proposal skripsi.

0

Tahun Ke Empat Perkuliahan


Hmmm.

Rasanya baru kemarin coba-coba mendaftar di kampus ini. Rasanya baru kemarin mengikuti kegiatan MATAF dan OSDI. Bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru. Rasanya baru kemarin merasakan suasana perkuliahan untuk yang pertama kalinya. Memakai baju bebas, tidak lagi memakai seragam yang harus dilengkapi dengan sepatu hitam dan sabuk serta dasi. Ternyata, masa itu sudah hampir tiga tahun lamanya.

Kini, aku berada pada masa yang lebih tinggi. Masa di mana perkuliahanku berada di stage hampir teratas. Masa perkuliahan di tahun akhir. Memilih jenjang S1 tentu saja aku menargetkan diriku ini untuk bisa lulus dalam empat tahun. Dan kini, tahun ke-empat itu akan segera aku hadapi.

Memasuki jenjang perkuliahan yang lebih tinggi semakin membuat aku tersadar. Aku bukan lagi anak kecil yang bisa main-main seenaknya sendiri. Aku tidak bisa lagi berleha-leha menikmati hidup yang semakin keras ini. Masa depanku ada di depan mata. Aku bisa mendapatkannya jika aku benar benar bisa membuka mataku untuk melihat bahwa masih banyak tantangan hidup ke depannya. Siap tidak siap, aku harus siap.

Selamat memasuki tahun ke empat perkuliahan untuk diriku sendiri. Semangat berusaha menamatkan diri menjadi alumni.

Selamat datang skripsi, selamat datang revisi.


Kapan aku resepsi?


0

Universe


Hai, selamat dini hari! Maaf, tiba-tiba aja aku datang setelah berbulan bulan bahkan satu tahun lebih menghilang. Apalagi nggak sempet ngelanjutin post sebelumnya. Maaf ya, lagi nggak tertarik bahas itu:( semoga kapan-kapan ada niat buat lanjutin HEHE.

Well, pada dini hari yang random ini entah kenapa aku pengen nulis di sini. Padahal aku udah sering selingkuh ke media tulis yang lain HUHU maafkan aku, Blogger. Jadi kali ini aku cerita tentang satu hal yang aku suka. Hal ya, bukan orang :))))) btw this is just a random post, not that important btw HAHA but it's ok ya. Happy reading!

---

Dari dulu sampai sekarang, malam adalah waktu yang paling aku suka. Suasana sepi dan tenangnya, itu yang membuatku merasa nyaman. Tipikal orang yang menyukai belajar dan  atau melakukan seuatu dalam lingkungan yang tenang mungkin akan sama dengan aku. Sering beraktivitas di malam hari untuk hal-hal yang memang pribadi. Walaupun malam yang aku maksud tidak selalu seperti pada waktu ini, dini hari. 

Selain suasananya, malam selalu membuat aku jatuh cinta ketika di langit malam bertebaran benda-benda yang cantik. Benda-benda luar angkasa yang entah aku tidak tahu berapa jaraknya dari posisiku di bumi ini. Mereka jauh, tapi indah. Kalau mereka dekat, mungkin tidak bisa seindah itu. Dari situ aku belajar bahwa ternyata jarak bisa membuat suatu keindahan juga.

Aku suka melihat langit malam yang cerah dengan bulan yang bersinar dan dikelilingi oleh bintang-bintang yang gemerlapan. Setiap kali melihatnya, aku pasti selalu tersenyum. Entah, ada kebahagiaan tersendiri saat melihatnya. Padahal seingatku, aku tidak pernah punya kenangan tentang itu. Atau aku lupa?

Sekarang-sekarang ini, hampir setiap aku ingin mengganti background di laptop, HP, ataupun di sosial media, aku selalu menggantinya dengan gambar pemandangan malam. Universe. Itulah kata kunci yang aku tulis di laman Google. Lagi, aku tersenyum ketika melihat ratusan pemandangan malam hari, padahal itu hanya gambar,

Di bawah ini, ada beberapa gambar pemandangan malam favoritku. Aku ambil semua dari Google Images dengan kata kunci Universe.






Cantik, kan? Walaupun sebenarnya aku tidak tahu pasti apakah semua foto di atas adalah hasil jepretan kamera manusia atau bukan, tapi aku percaya bahwa pemandangan seperti itu nyata adanya. Aku pernah melihat beberapa foto hasil jepretan teman di sosial media. Foto-fotonya mirip seperti yang di atas. Malah katanya pemandangan aslinya jauh lebih cantik.

Rasanya ingin sekali melihat pemandangan seperti itu dengan mata kepala sendiri. Mungkin aku bisa melihatnya di puncak gunung ketika langit sedang cerah. Tapi siapa ya yang mau mengajakku naik gunung demi menemaniku melihat pemandangan seperti itu. Kamu mau?