0
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu -Sapardi Djoko Damono- |
Senin, 30 Juni 2014
Label:
sajak
0
Nonformal edition.
Alhamdulillah nggak lama kemudian hujan reda daannn kami bisa jalan-jalan di sana :D
Formal edition.
Pantai Logending atau biasa disebut juga Pantai Ayah adalah salah satu tempat wisata di kotaku tercinta, Kebumen. Letaknya berada di kecamatan Ayah kabupaten Kebumen. Pantai ini merupakan batas kota Kebumen dengan Cilacap. Perjalanan ke pantai ini bisa melewati jalur yang di gunakan untuk menuju ke Pantai Menganti atau bisa juga melewati daerah Gombong ke barat dan memasuki gerbang wisata Goa Jatijajar lalu ke arah selatan. Perjalanan dengan kendaraan roda dua bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1,5 jam.
Nonformal edition.
Nah, jadi kemaren Kamis tanggal 26 Juni 2014 aku bersama seorang temanku pergi ke pantai ini. Teman? Iya, teman. Teman dekat :p hihihi. Kami berangkat pukul 10.00. Kami lewat jalur yang menuju arah Pantai Menganti. Aku aja nggak ngerti kalo bisa lewat sini hehehe. Sampe di sana sekitar pukul 11.30. Tapi.................tiba-tiba waktu baru markirin motor, gerimis dateng. Huhuhuhu nasib. Jadinya kami duduk-duduk dulu di warung pinggir pantai. Lama-lama hujannya tambah deres. Aduuuuh kasian banget masa ke pantai cuma liat ujan :((( nunggu ujan reda ada sekitar setengah jam loh.............. Yaudah kita ngisi sambil ngobrol dan makan hehehe. Mendung banget langitnya loh.
Alhamdulillah nggak lama kemudian hujan reda daannn kami bisa jalan-jalan di sana :D
masih agak mendung
mulai cerah.......
ini orang yang hobinya tidur
hai
perahu biru
bakau di bawah jembatan
pilih nomor satu *eh :p
perahu-perahu lagi parkir
kios penjual berjejeran
itu beberapa gambar pantai logending. Tapi cuma bagian utara, yang selatan nggak sempet ngefoto soalnya langit mendung lagi hehe. Sekitar pukul setengah 2, kami beranjak dari tempat ini. Mau cari mushola buat sholat. Waktu udah sampe jalan gede di Gombong, tiba-tiba hujan turun......................... alhamdulillah ada rest area di kiri jalan buat meneduh sekalian sholat. Ada pemandangan lucu sehabis sholat di mushola sana.
peraturan dibuat untuk dilanggar? oh Indonesiaku.........
Makin lama makin deres brooo ujannya! Kita disitu ada 2jam lebih lho nunggu ujan reda. Langit udah gelap banget. Petir juga beberapa kali muncul. Udara dingin banget, apalagi di deket sawah. Kalo nunggu ujan sampe bener bener reda, kemungkinan itu malem baru reda. Jadi, kami berencana untuk menerobos hujan.......... Alhamdulillah selamat sampai rumah sehabis maghrib. Terimakasih ya untuk jaket dan boncengannya melawan hujan deras. :)
Minggu, 29 Juni 2014
Label:
mbolang
1
bisa lihat kan, jalannya seperti apa? :"))))
LOKASI~
dibantu Ciput menaiki jalan berbatuan....wkwk
huffttt........
keren ya :D
air terjunnya mengalir ke sana tuh~
the girlsss
tempat menadah getah karet
yaaaaa that's all. Perjalanan yang tak terlupakan. Oh iya sebelum pulang kami mampir beli eskrim dan ngemie ayam dulu di Gombong buat istirahat huehehehehe. Thanks for all. We're amazing! {}
Perjalanan kali ini, lagi lagi dilaksanakan oleh aku dan
teman-teman X4. Awalnya juga karena Romzan sms ngajak X4 main bareng (lagi). Suatu siang kami kumpul sambil makan siang di Bakso Adi depan SMP 7
Kebumen. Kami makan mie ayam, tapi. Hehehe. Setelah bercanda ngobrol dari A-Z
dan ada yang ngelawak lucu sampe yang garing sambil ngebahas tempat yang bakal
dituju, akhirnya keputusan didapatkan. Kita akan ke sebuah curug di daerah
gombong.
-----------------------------------------------------
The day. (katanya) kumpul jam 7, biar jam 8 udah cusss dari
rumahku. Lagi-lagi rumahku tempat buat kumpul hihi. Tapi……..ya namanya juga
orang Indonesia. Kayaknya nggak asik kalo nggak ngaret kali, ya. Pfffttt. Jam
setengah 8 baru pada dateng. Setelah kumpul semua, kami pun berangkat. Kali ini
ada 11 orang yang ikut. 5 cewek yaitu Donna, Syifa, Anita, Ciput, dan aku. 6
cowok yaitu Syamsul, Romzan, Oki, Daus, Pupus, dan Khajib. Btw Khajib bukan X4
sendiri :p hihi tapi kali ini Pupus yang nggak ada boncengannya. Bukan Khajib
(lagi). Sebelum berangkat ke tujuan, kami menuju rumah Risma dulu. Dia itu mbingungin antara mau ikut apa enggak.
Nomernya juga nggak aktif pagi itu huffttt. Dan sampe di rumah Risma………. Dia
lagi ngepel wkwk. Fix nggak ikut katanya. Padahal udah dirayu-rayu juga sebagai
alasan biar Pupus ada boncengannya. Tapi tetep nggak mau katanya ada urusan.
Okedeh akhirnya kami ber-sebelas yang berangkat…………
Lagi lagi lagi dan lagi yang tau sumber tempatnya adalah
aku. Jadi, aku, yang dibonceng Syamsul berada di depan buat nunjukin arahnya.
Biar nggak sotoy dan nggak nyasar, aku mengusulkan tanya ke warga sekalian beli
persediaan makanan dan minuman buat disana. Kata ibu-ibu yang punya warung,
daerah curugnya tinggal lurus gitu. Oke, kami melanjutkan perjalanan dengan
mengikuti ibu-ibu tadi. Jalan lurus. Udah mulai di daerah agak naik turun gitu
dan di sepanjang tepi jalan itu hutan pinus, kami tanya lagi sama ibu-ibu di
pinggir jalan. Beliau malah nggaktau dimana curugnya. Untung anaknya ngerti.
Dan katanya kami kebablasan. Fix kami
balik arah sekitar 2km dan ternyata di pinggir jalan ada spanduk buat ke daerah
curugnya. Padahal spanduknya di kiri jalan, loh. Tapi emang spanduknya ketekuk
gitu sih, jadi maklum aja kami kurang liat. Dari spanduk itu ternyata
jalannya nanjak dan………………rusak. Parah. Inilah awal perjalanan yang
sesungguhnya………..
Dari tanjakan spanduk tadi, ternyata jalan rusaknya memang
jalan utama menuju kesana. Bener-bener pengorbanan. Kami para cewek-cewek harus
jalan kaki karena takut kalo naik motor juga nanti nggak kuat atau jatoh dan
sebagainya. Nggak jalan kaki terus sih, tapi berhubung jalannya itu nanjak dan
rusak parah, kami kecapekan. Beberapa kali kami harus dibonceng-jalan
kaki-dibonceng-jalan kaki. Ya Allah…………. Capeknya nggak ketulungan. Ketemu
orang-orang di jalan katanya sih tinggal 5km lagi, gitu. tapi 5km melewati
jalanan mendaki dan rusak seperti itu berasa 100km :”)))))))) oke ini
lebay……….tapi serius capeknya luar biasa!!!! Untungnya pemandangan di pinggir
jalan, yaitu hutan pinus dan jurang bisa buat cuci mata. Ya….walaupun capeknya
tetep nggak berkurang…………… beberapa kali juga kami istirahat di pinggir jalan
huhuhu…... ini waktu lagi istirahat......
cek becek becek.......
call him Eyang :3
maaf, kami sempet selfie.......
Sampe di sebuah desa, ada plang menuju curugnya.
Alhamdulillah jalannya bukan aspal rusak atau tanah liat lagi tapi kayak jalan setapak gitu deh. Walaupun
begitu tetep aja jalan setapaknya naik turun. Akhirnya kami menemukan plang
yang mengatakan bahwa curugnya tinggal 400m lagi! Alhamdulillah. Semoga nggak
php……….
DAAAANNNN AKHIRNYAAAA SETELAH PERJALANAN KURANG LEBIH 2
JAM ITUUUU…................. KAMI SAMPAI!!!!!!!!
Dari plang itu, ternyata nggak bisa dilewati motor buat
jalan ke deket curugnya. Oki jadi korban nih…
Maka dari itu, cowok-cowok balik buat markirin motor di
rumah penduduk yang kira-kira 250m dari tempat kami berhenti sekarang. 15menit
kemudian mereka datang………………. Inilah mereka :p
Berasa udah sampe di lokasi utama ya, padahal kami harus
jalan kaki (lagi) 100m buat sampe ke curugnya. Jalan tanah gini nih….
Finallyyyyyyyyyyy ini dia si Curug Sudimoro!!!!!
Ciput, Donna, aku. masih belum nyebur ke air nih hehe
ini X4 semuaaa, taken by Khajib :D
wehehehehee
itu yg di belakang lagi ngapain coba........
Nita dan Syifa :D
Romzan, Daus, Syamsul hihihihi deres banget kayaknya :D
Oki kayak orang ilang huffttttt.........
Me :3
ini nih cowo-cowonya :D
And its time to selfieeeeeeeeeeeee :3
jam 12 tepat kami berhenti berfoto-foto sambil istirahat dan anak cowo menggila nyanyi-nyanyi acapela nggak genah gitu wkwk
ini Pupus ngapain hahaha
ini tempat bilasnya anak cowo
and then pada sholat dhuhur di sini
.........................
Ciput galau?
berkibarlah benderaku~~~
ini curugnya dilihat dari sebuah batang pohon kecil hehe
Kira kira jam 1 siang setelah pada sholat kami jalan pulang.
Dan harus melewati jalanan aspal rusak naik turun yang tadi. Katanya Cuma ada
satu jalan itu doang menuju kesini. Subhanallah betapa tegarnya penduduk desa
di sini ya kalo mau bepergian harus lewat jalan begitu :”)))
ini di jalan pulang.... lagi lagi istirahat walaupun emang lebih cepet jalan turunnya. Tapi tetep pegel bookkk....
pemandangannya nih..

















